Plagiat

Seorang penulis akan sangat marah bila tulisannya diplagiat oleh orang lain. Apalagi bila orang yang membaca justru mengembalikan tuduhan plagiat kepada empunya tulisan. Karena orang yang melakukan plagiat lebih semangat menyebarkan tulisan itu atas nama dirinya dari pada penulis aslinya menyebarkan tulisannya sendiri.

Tapi bila kelakuan tercela itu ketahuan, orang lain akan menyalahkan si pelaku dan akan menuntut supaya diberi penjelasan kalau tulisan itu milik orang lain. Bila dengan tulisan itu ia mengambil gelar atau titel, maka gelar atau titelnya itu bisa dicabut.

Itu bila yang diplagiat tulisan atau hasil karya manusia.

Di sisi lain, sering orang memplagiat firman Allah atau hadits Rasulullah, tapi orang lain diam saja menyaksikan hal itu, bahkan ikut memberikan pujian kepada plagiator tersebut.

Bagaimana bentuknya memplagiat firman Allah dan perkataan Rasul?

Demi mendapatkan pengakuan dari semua kalangan, bahkan seluruh agama, seorang motivator umpamanya, menyampaikan ayat-ayat Allah dan hadits-hadits Rasulullah, tapi dia enggan sekali menyampaikan kalau itu adalah Kalamullah atau sabda Rasulullah. Seolah-olah kalimat serat hikmah itu adalah hasil perenungan dia sendiri, atau hasil pikirannya sendiri. Sekalipun yang disampaikan itu hanya maksud atau pemahaman dari ayat atau hadits.

Tidaklah benar bila seseorang menyampaikan ayat Allah hanya bertujuan untuk tersampaikannya nilai-nilai universal yang diakui oleh semua orang dan semua penganut agama. Kita menyampikan hadits Rasulullah bukanlah bertujuan untuk sekadar kehidupan seseorang menjadi baik. Ringkasnya, yang penting dia baik, tidak penting dia tahu kalau ajaran yang memperbaikinya itu bersumber dari Allah atau Rasul. Bahkan dikhawatirkan bila ia tahu itu berasal dari Allah dan Rasul-Nya malah manusia lari darinya. Hal seperti ini tidak benar.

Justru tujuan utama kita menyampaikan ayat-ayat Allah dan hadits Rasul-Nya adalah supaya manusia kenal dengan Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada gunanya bila kehidupan manusia menuju kepada kebaikan tapi tidak mau peduli dasar perbaikannya itu dari mana. Apapun yang dilakukan haruslah berdasarkan harap redha pemilik aturan, bukan sekedar aturan-Nya terjalankan.

Sampaikan firman Allah dan sabda Rasulullah supaya orang lain kenal Allah dan Rasul-Nya, kemudian mencintai keduanya.

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ

Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal. (Muhammad 19)

Jangan sampaikan hikmah yang berasal dari Allah dan Rasul digunakan untuk menaikkan pamor diri demi ketenaran yang ujung-ujungnya adalah duit.

وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَتُبَيِّنُنَّهُ لِلنَّاسِ وَلَا تَكْتُمُونَهُ فَنَبَذُوهُ وَرَاءَ ظُهُورِهِمْ وَاشْتَرَوْا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۖ فَبِئْسَ مَا يَشْتَرُونَ

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya,” lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruknya tukaran yang mereka terima. (Ali ‘Imran: 187)

Advertisements
This entry was posted in Tadabbur Al Qur'an. Bookmark the permalink.

One Response to Plagiat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s