Syetan Dibelenggu

Ada pertanyaan begini:

Katanya syetan dibelenggu bila bulan Ramadhan datang, tapi kenapa masih banyak orang yang berbuat jahat?

Barangkali jawabannya bisa seperti ini:

Yang dibelenggu oleh Allah selama bulan puasa hanyalah syetan dari golongan jin. Sedangkan syetan dari golongan manusia tetap bebas berkeliaran.

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ …

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)…. (Al An’am: 112)

Makanya kita tetap dianjurkan berta’audz atau membaca ‘audzubillahi minasy syaitanir rajim sekalipun bulan Ramadhan.
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia. (An Nas: 4-6)

Advertisements
This entry was posted in Puasa Ramadhan. Bookmark the permalink.

One Response to Syetan Dibelenggu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s