Kisah Penduduk Neraka

Bila penduduk surga punya kisah kenangan, penduduk neraka juga punya kisah kenangan. Cuma modelnya beda jauuuuuuuuuuuh…..

Penduduk surga asyik dengan indahnya kenangan dalam rangka taat kepada Allah, penduduk neraka malah sibuk saling tuding melemparkan sumpah serapah, saling menyalahkan dan melaknat.

Kenapa?

Coba bayangkan, bila anda ingin pergi ke mesjid untuk mengerjakan shalat. Tiba-tiba lewat sekumpulan teman-teman anda yang akan mengadakan pesta hura-hura malam tahun baru. Mereka serentak merayu anda untuk ikutan mereka, dan mengolok-olok anda sebagai manusia bau kuburan, sok alim, sok shaleh dan sebagainya.

Karena tidak tahan dengan ejekan itu andapun ikut mereka. Di sana ada pesta mabuk-mabukan dan narkoba. Tanpa mereka sadari, karena mabuk mereka juga pesta perzinaan. Termasuk anda salah seorang pelakunya.

Lagi seru-serunya pesta maksiat itu datang satpol PP mengamankan anda dan teman-teman. Semuanya ditahan dan beritanya tersebar ke mana-mana. Tersebar di koran, FB, twitter dan diberbagai webset. Keluarga dan masyarakat anda menjadi malu.

Kira-kira apa yang akan anda katakan kepada teman-teman anda yang sudah berubah menjadi syetan penggoda hingga anda terjerumus kepada maksiat?

Dan hakikat yang terjadi di akhirat tidak bisa dibandingkan dahsyat, memalukan dan mengerikannya dari pada itu.

Mereka akan saling kutuk dan laknat. Gara-gara kamu aku jadi begini…. Gara-gara kalian aku jadi sesat…. Gara-gara kalian aku ikut jadi manusia durjana…. Gara-gara kamu aku lupa kepada Tuhanku…..

Bukankah kamu yang mengatakan aku “tidak jantan” ketika aku tidak mau ikut nyabu bersama kamu, hingga akhirnya aku menjadi pencandu narkoba?

Bukankah kamu yang mengejek aku “bau kuburan” ketika aku mau shalat ke mesjid dan kamu meledekku dengan kata-kata “Titip salam ya untuk Allah”, hingga akhirnya aku tinggalkan shalat?

Bukankah kamu yang mengatakan aku “ga gaul” ketika aku tidak mau mabuk, sampai akhirnya aku menjadi seorang pemabuk?

Bukankah kamu yang mengolok-olok aku “jomlo tak laku” karena aku tidak mau pacaran sampai aku terjerumus kepada perbuatan zina?

Bukankah kamu yang mengolok-olok aku “tidak progresif, fundamentalis, kurang cerdas, tidak moderat” ketika aku tidak mau ikut-ikutan pemikiran liberal hingga aku menjadi orang yang berani mempermain-mainkan agama?

Bukankah kamu yang menfatwakan kepadaku bahwa jilbab tidak wajib hingga aku menjadi wanita yang tidak menutup aurat?

Yang paling mengerikan:

Bukankah kalian yang membujuk kami dengan iming-iming diberi indomie, pakaian bekas dan secuil uang supaya kami keluar dari agama Islam dan bersedia menjadi domba-domba tersesat kalian?

Kisah saling kutuk dan menyalahkan ini sangat banyak disebutkan Allah di dalam al Qur’an. Kisah memilukan orang-orang lemah yang selalu mengekor kepada orang yang memiliki pengaruh, kekuasaan dan dianggap berilmu.

Di antaranya mari kita tadabburi ayat-ayat berikut ini:

قَالَ ادْخُلُوا فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ فِي النَّارِ ۖ كُلَّمَا دَخَلَتْ أُمَّةٌ لَعَنَتْ أُخْتَهَا ۖ حَتَّىٰ إِذَا ادَّارَكُوا فِيهَا جَمِيعًا قَالَتْ أُخْرَاهُمْ لِأُولَاهُمْ رَبَّنَا هَٰؤُلَاءِ أَضَلُّونَا فَآتِهِمْ عَذَابًا ضِعْفًا مِنَ النَّارِ ۖ قَالَ لِكُلٍّ ضِعْفٌ وَلَٰكِنْ لَا تَعْلَمُونَ. وَقَالَتْ أُولَاهُمْ لِأُخْرَاهُمْ فَمَا كَانَ لَكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْسِبُونَ.

Allah berfirman: “Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (yang menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu: “Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka”. Allah berfirman: “Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui”.

Dan berkata orang-orang yang masuk terdahulu di antara mereka kepada orang-orang yang masuk kemudian: “Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikitpun atas kami, maka rasakanlah siksaan karena perbuatan yang telah kamu lakukan”. (Al-A’raf: 38-39)

وَبَرَزُوا لِلَّهِ جَمِيعًا فَقَالَ الضُّعَفَاءُ لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًا فَهَلْ أَنْتُمْ مُغْنُونَ عَنَّا مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ ۚ قَالُوا لَوْ هَدَانَا اللَّهُ لَهَدَيْنَاكُمْ ۖ سَوَاءٌ عَلَيْنَا أَجَزِعْنَا أَمْ صَبَرْنَا مَا لَنَا مِنْ مَحِيصٍ

Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong: “Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan daripada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja? Mereka menjawab: “Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri”. (Ibrahim: 21)

وَقَالَ إِنَّمَا اتَّخَذْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا مَوَدَّةَ بَيْنِكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ ثُمَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُ بَعْضُكُمْ بِبَعْضٍ وَيَلْعَنُ بَعْضُكُمْ بَعْضًا وَمَأْوَاكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

Dan berkata Ibrahim: “Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini kemudian di hari kiamat sebahagian kamu mengingkari sebahagian (yang lain) dan sebahagian kamu melaknati sebahagian (yang lain); dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali-kali tak ada bagimu para penolongpun. (Al-‘Ankabut: 25)

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا. يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا. لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي ۗ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا.

Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul”. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia. (Al-Furqan: 27-29)

Simak ayat ini dengan penghayatan:

هَٰذَا فَوْجٌ مُقْتَحِمٌ مَعَكُمْ ۖ لَا مَرْحَبًا بِهِمْ ۚ إِنَّهُمْ صَالُو النَّارِ. قَالُوا بَلْ أَنْتُمْ لَا مَرْحَبًا بِكُمْ ۖ أَنْتُمْ قَدَّمْتُمُوهُ لَنَا ۖ فَبِئْسَ الْقَرَارُ. قَالُوا رَبَّنَا مَنْ قَدَّمَ لَنَا هَٰذَا فَزِدْهُ عَذَابًا ضِعْفًا فِي النَّارِ.

(Dikatakan kepada mereka): “Ini adalah suatu rombongan (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desak bersama kamu (ke neraka)”. (Berkata pemimpin-pemimpin mereka yang durhaka): “Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka”.

Pengikut-pengikut mereka menjawab: “Sebenarnya kamulah. Tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab, maka amat buruklah Jahannam itu sebagai tempat menetap”.

Mereka berkata (lagi): “Ya Tuhan kami; barang siapa yang menjerumuskan kami ke dalam azab ini maka tambahkanlah azab kepadanya dengan berlipat ganda di dalam neraka”. (Shad: 59-61)

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا. وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا. رَبَّنَا آتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيرًا.

Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul”.

Dan mereka berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).

Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar”. (Al-Ahzab: 66-68)

Tadabburi juga surat:

-Al-Baqarah: 165-167

– Saba 31-33 yang sudah ada pada status sebelum-sebelumnya.

– Ash-Shafat: 24-34

Advertisements
This entry was posted in Tadabbur Al Qur'an. Bookmark the permalink.

One Response to Kisah Penduduk Neraka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s