Kisah Penduduk Surga

Salah satu berita ghaib yang diceritakan al Qur’an adalah keadaan yang akan dialami oleh penduduk surga di akhirat nanti.

Di berbagai ayat al Qur’an dikisahkan bahwa salah satu nikmat terbesar yang akan mereka terima ialah pertemuan kembali dengan teman-teman seperjuangan ketika hidup di dunia. Saat itu mereka akan berbagi cerita, mengenang kembali pengalaman-pengalaman indah semasa di dunia.

Cerita apakah yang mereka dialogkan di tempat penuh kemuliaan itu?

Apakah cerita indah ketika sama-sama mendaki gunung? Atau cerita asiknya picnik ke luar negeri melihat indah dan uniknya kampung orang? Atau cerita kesenangan bergadang malam sambil joget dan mabuk-mabukan? Atau kisah betapa lezatnya wisata kuliner ke berbagaimacam daerah? Dan ribuan cerita lainnya?

Tentu bukan itu semua yang mereka dialogkan…..

Yang mereka cengkramakan hanya satu jenis cerita, karena di sana tidak ada pembicaraan sepele, main-main, senda gurau dan bloon-bloonan. Yang ada di sana hanyalah pembicaraan-pembicaraan mulia nan agung.

Karena Allah berfirman:

لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا تَأْثِيمًا

“Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa” (Al-Waqi’ah: 25)

لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا كِذَّابًا

“Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula) perkataan dusta”. (An-Naba’: 35)

Yang mereka kisahkan adalah seputar: “bagaimana seru dan dahsyatnya perjuangan mereka waktu hidup di dunia dalam memegang teguh agama Allah dan memperjuangkannya”. Tentu saja semakin hebat perjuangan seseorang di dunia ini semakin tinggi derajat mereka di sana dan semakin indah cerita yang akan mereka bagi.

Bagaikan seseorang yang memiliki kelebihan di dunia ini, dengan kelebihannya itu ia diundang kian ke mari untuk mengisi seminar menyampaikan ilmu, pengalaman dan percobaan demi percobaan yang sudah ia lalui. Sehingga mereka menjadi orang terkenal yang dibicarakan di banyak tempat.

Begitulah kira-kira permisalah penduduk surga. Dan tentu di surga jauh lebih hebat, karena mereka berapa pada…

نَعِيمًا وَمُلْكًا كَبِيرًا

“…..berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. (Al-Insan: 20)

Sekarang timbul pertanyaan, apakah sudah ada cerita yang akan kita bagi nanti bila Allah mengizinkan kita masuk surga? Sudah sejauh mana usaha kita dalam memegang teguh agama Allah ini, apalagi memperjuangkannya?

Gambaran ini membuat kita rindu bertemu dengan para pemuda Kahfi. Ingin mendengar langsung bagaimana serunya perjuangan mereka dalam mempertahankan iman, sampai Allah menidurkan meraka di dalam gua.

Gambaran ini membuat kita rindu bertemu dengan Habib an-Najjar, laki-laki dari ujung kota yang dikisahkan Allah di dalam surat Yasin. Bagaimana dahsyatnya beliau menyampaikan dakwah sampai ususnya terburai diinjak-injak kaumnya sendiri.

Gambaran ini membuat kita rindu bertemu dengan laki-laki agung dari keluarga Fir’aun yang menyembunyikan keimanannya. Ingin mendengar langsung bagaimana ketegaran beliau mempertahankan iman dalam kondisi sulit sampai akhirnya Allah mengaruniakan kesyahidan kepadanya.

Gambaran ini membuat kita rindu bertemu dengan korban keganasan Ashhabul Ukhdud. Ingin mendengar langsung bagaimana kisah mereka mempertahankan kayakinan sampai mereka dimasukkan ke dalam parit yang dipenuhi api dalam keadaan hidup-hidup.

Gambaran ini membuat kita rindu bertemu Bilal bin Rabah, Khubaib bin Arat, Hubaib bin ‘Adi, Hamzah bin Abdul Muthallib, Mush’ab bin ‘Umair, Khalid bin Walid dan ribuan shahabat Rasulullah lainnya. Ingin mendengar langsung bagaimana kisah mereka dalam memperjuangkan agama Allah ini hingga sampai kepada kita.

Gambaran ini membuat kita sangat-sangat rindu bertemu dengan seluruh para Nabi dan Rasul, serta seluruh orang-orang shaleh yang pernah singgah ke dunia ini dari semenjak zaman Nabi Adam sampai akhir umur dunia nanti. Bagaimana kisah-kisah heroik mereka dalam rangka memegang teguh agama Allah dan memperjuangkannya.

Iya….itulah satu-satunya jenis cerita yang pantas untuk diulang kembali menceritakannya di sana. Kisah perjuanganmu semasa mampir sesaat di dunia ini dalam berpegang teguh dengan agama Allah dan memperjuangkannya.

Kisah indah, bagaimana kamu berusaha selalu shalat tepat waktu dengan jama’ah di mesjid.

Kisah indah, bagaimana letihnya menahan lapar dan dahaga di saat puasa di siang yang panjang di bawah panas terik.

Kisah indah, bagaimana susah payah bangun di tengah malam melawan kantuk untuk mengerjakan shalat tahajjud.

Kisah indah, bagaimana melawan rasa pelit ketika akan mengeluarkan zakat, infak dan sadaqah.

Kisah indah, bagaimana menahan bujuk rayu syetan yang selalu menggoda untuk melakukan berbagaimacam maksiat.

Kisah indah, bagaimana sabar dalam menahan pahit getirnya ujian, musibah dan kesusahan hidup ketika di dunia.

Kisah indah, bagaimana kamu saling menasehati dan mengingatkan untuk selalu berada dalam jalan kebenaran dengan teman-temanmu.

Kisah indah, bagaimana memaafkan segala kejahilan orang kepadamu.

Dan kisah-kisah indah lainnya dalam rangka mentaati segala aturan Allah dalam kehidupan dunia ini.

Kisah seru ketika kamu asyik balap-balapan motor dengan temanmu tidak ada di sana. Kisah picisan ketika sama-sama histeris menyaksikan artis idolamu manggung tidak diizinkan di sana. Kisah norak waktu kamu berduaan dengan pacarmu di sudut taman akan tersingkir dari tempat mulia itu. Kisah menjijikkan di saat kamu saling ajak mengajak bermaksiat kepada Allah akan dihapus dari sana.

Allah menceritakan perihal dialog mulia nan indah mereka di kampung keabadian sana…

وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَسَاءَلُونَ

Dan sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain saling tanya-menanya.

قَالُوا إِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِي أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ

Mereka berkata: “Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab)”.

فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَانَا عَذَابَ السَّمُومِ

Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.

إِنَّا كُنَّا مِنْ قَبْلُ نَدْعُوهُ ۖ إِنَّهُ هُوَ الْبَرُّ الرَّحِيمُ

Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang. (Ath-Thur: 25-28)

Ukirlah kisah-kisah mulia dalam rangka taat kepada Allah di dunia ini. Karena hanya kisah itu satu-satunya yang akan diceritakan kembali di sana. Adapun pemilik kisah lain akan tereliminasi dari tempat itu. Kemana tereliminasinya? Tunggu pada tadabbur berikutnya.

Advertisements
This entry was posted in Tadabbur Al Qur'an. Bookmark the permalink.

One Response to Kisah Penduduk Surga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s