Dibuang Sayang

Salah satu komentar diskusi dalam salah satu group WA

Itulah sayangnya ketika kita tidak mempelajari Islam secara runut dari dasar dan sistematis, cara pikir jadi kacau balau. Tapi karena seperti itu yang masuk dari awal, ibarat gelas kosong, ketika diisi dengan kotoran mereka tetap merasa benar. Karena memang itulah isi aslinya. Bahkan ketika dimasukkan yang benar mereka akan muntahkan.

Mencari kebenaran. Apakah tidak cukup kebenaran yang terdapat di dalam al Qur’an dan sunnah Rasulullah? Hingga mereka tenggelam dalam kubangan keraguan. Padahal keragu-raguan dalam aqidah tidak diterima oleh Allah sama sekali.

Dalam ayat betikut ini Allah tidak mencela kekafiran dan keingkaran mereka 100 % terhadap kebenaran yang dibawa Rasul. Tapi yang dicela adalah keragu-raguan mereka, sehingga mereka celaka:

وَحِيلَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ مَا يَشْتَهُونَ كَمَا فُعِلَ بِأَشْيَاعِهِمْ مِنْ قَبْلُ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا فِي شَكٍّ مُرِيبٍ

“Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka pada masa dahulu. Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam”.

وَلَقَدْ جَاءَكُمْ يُوسُفُ مِنْ قَبْلُ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا زِلْتُمْ فِي شَكٍّ مِمَّا جَاءَكُمْ بِهِ

“Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, …”

Banyak lagi ayat senada dengan ini.

Kita pelajar Timur Tengah, terkhusus di al Azhar sering dicap konserfatif. Karena terkesan tekstual, tidak berpikir kritis.

Barangkali benar demikian. Tapi apanya yang mau dikritis-kritisi? Apanya yang mau dipikir-pikir jauh. Ketika ada masalah dan pertanyaan langsung ketemu jawaban dari ayat al Qur’an dan hadits. Jelas, terang benderang. Apakah kita akan masih mempertanyakan bentuk sesuatu di saat siang hari yang cerah dan mata sehat. Lain hal kalau mata juga rabun atau buta.

Makanya hafalan al Qur’an dan hadits merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar di al Azhar. Sekalipun untuk hadits tidak perlu hafal matan, tapi cukup hafal maknanya. Sampai menjadi hukum tidak tertulis “Bukanlah Azhary yang tidak hafal al Qur’an”.

Beda kalau tidak hafal yang dua itu, ketika ada masalah dan pertanyaan pikiran akan liar mencari-cari. Mengira-ngira sana sini. Karena dia tidak tahu apa kata Allah dan Rasul dalam hal yang dipertanyakan itu. Kecuali bagi orang yang sadar kalau dia tidak tahu dan mau menerima kebenaran bila dikasih tahu.

Padahal Allah sudah menegaskan:

وَمَا يَتَّبِعُ أَكْثَرُهُمْ إِلَّا ظَنًّا ۚ إِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ

“Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan”.

Dalam tataran pengembangan pemahaman baru dibutuhkan kekritisan. Tapi bukan kritis bebas tanpa jalur, main logika seenaknya. Ada kaedah-kaedah yang mengatur cara pikir, supaya ayat al Qur’an tidak saling bertabrakan, begitu juga hadits. Juga antara hadits dan al Qur’an.

Banyak ilmu perangkat yang mesti dikuasai sehingga bisa membaca apa maksud al Qur’an dan hadits dengan jelas dan tepat. Tidak comot satu ayat atau satu hadits, terus ditafsirkan dan dipahami dengan nalar sendiri. Kemudian kita merasa wah dengan pemahaman itu. Padahal dia tidak menyadari kalau pemahamannya benturan dengan pemahaman ayat lain atau hadits.

Sebelum ke Mesir saya sempat kuliah di IAIN Padang 2 semester. Sering sekali dalam diskusi kawan-kawan berkata: “Saya kira….”. Padahal apa yang dia bicarakan itu jelas ada ayat atau hadits yang membicarakannya, hingga tidak perlu kepada kira-kira lagi. Ketika disampaikan itu mereka terplongo, oh ada kiranya! Kata mereka.

Advertisements
This entry was posted in Serba-Serbi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s