“Maningga-ninggaan Parangai”

“Maningga-ninggaan parangai” (Meninggalkan perangai)

Ini adalah istilah di kampungku yang digunakan untuk orang tua yang sudah pikun, yang menurut hukum alam tidak akan lama lagi menempati dunia ini, sementara ia banyak menyusahkan orang lain dengan ucapan, sikap dan tingkah lakunya.

Di dalam Al Qur’an surat An Nahl ayat 70 Allah menyebutkan tentang “ardzalil ‘umur”:

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّاكُمْ ۚ وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْ لَا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ قَدِيرٌ

“Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa”.

Dalam shahihnya Imam Bukhari mencantumkan hadits Rasulullah tentang anjuran untuk berlindung kepada Allah dari usia kepikunan supaya tidak menjadi beban dan menyusahkan orang lain:

وأعوذ بك أن أرد إلى أرذل العمر

“….Dan aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan kepada usia kepikunan….”

Advertisements
This entry was posted in Qadhaya. Bookmark the permalink.

One Response to “Maningga-ninggaan Parangai”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s