Tidak Harus Sama

Ketika Allah memerintahkan Nabi Musa untuk berdakwah kepada Fir’aun, Allah berkata:

فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ

maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”. (Thaha: 44)

Tapi ketika Allah memerintahkan Nabi Muhammad menghadapi orang-orang munafik Allah berkata:

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يَعْلَمُ اللَّهُ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَعِظْهُمْ وَقُلْ لَهُمْ فِي أَنْفُسِهِمْ قَوْلًا بَلِيغًا

Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. (An-Nisa’: 64)

Kira-kira apa rahasianya?

Di antara pelajaran yang bisa diambil, tidak setiap dakwah itu harus menggunakan bahasa lembut. Sesuaikan siapa yang lagi didakwahi.

Dan cara mendakwahi orang munafik, ya seperti itu.

Advertisements
This entry was posted in Tadabbur Hadits. Bookmark the permalink.

One Response to Tidak Harus Sama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s