Juha Kehilangan Sandal

Suatu kali Juha masuk ke mesjid untuk melaksanakan shalat Jum’at. Sebelum masuk ia meletakkan sandalnya di tempat parkir sandal.

Setelah shalat ia langsung ke tempat sandal untuk mengambilnya. Tapi sayang, ternyata sandalnya sudah tidak ada, diambil orang.

Melihat kenyataan itu ia langsung pergi ke teras mesjid dan berdiri di sana sambil berteriak-teriak:

“Siapa yang mengambil sandalku? Siapa yang mencuri sandalku? Cepat kembalikan ke tempatnya! Kalau tidak….Awas! Aku akan lakukan apa yang pernah dilakukan oleh ayahku dulu”.

Orang-orang yang berada di sekitarnya bertanya: “Apa yang dilakukan oleh ayahmu dulu?”

Si Juha tidak mempedulikan pertanyaan itu. Dia terus berteriak-teriak sambil mengancam.

“Siapa yang mengambil sandalku? Siapa yang mencuri sandalku? Cepat kembalikan ke tempatnya! Kalau tidak….Awas! Aku akan lakukan apa yang pernah dilakukan oleh ayahku dulu”.

Tidak terlalu lama ia berteriak, tiba-tiba sandalnya sudah ada di tempat semula. Rupanya orang yang mencuri sandal itu diam-diam mengembalikannya karena takut dengan ancaman si Juha.

Sambil menggerutu ia mengambil sandalnya, lantas berlalu untuk pulang.

Orang-orang yang menyaksikan masih penasaran. Mereka memberondong Juha dengan pertanyaan. Apa yang dilakukan ayahnya dulu?

Dengan ketus si Juha menjawab: “Beliau pulang berkaki ayam”.

๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜€๐Ÿ˜๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜…

Advertisements
This entry was posted in Pelajaran dari Revolusi Mesir, Tarfihi. Bookmark the permalink.

One Response to Juha Kehilangan Sandal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s