Bila Seorang Mukmin

(Tadabbur)

Bila seorang mukmin minum air dingin yang segar di tengah siang yang panas terik ia ingat betapa segarnya bila minum air sungai di surga yang disediakan untuk orang yang bertaqwa:

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۖ فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ مَاءٍ غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ مُصَفًّى ۖ
Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; (Muhammad 15)

Bila seorang mukmin makan makanan yang lezat di saat lapar ia akan ingat betapa lezatnya makanan di surga yang disedikan bagi hamba Allah yang taat:

وَأَمْدَدْنَاهُمْ بِفَاكِهَةٍ وَلَحْمٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ

Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini. (At Tur: 22)

وَلَحْمِ طَيْرٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ وَفَاكِهَةٍ مِمَّا يَتَخَيَّرُونَ

dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. (Al Waqi’ah: 20-21)

Bila seorang mukmin bergaul dengan istrinya, ia akan ingat betapa nikmatnya ketika ia diberi karunia oleh Allah untuk bergaul dengan bidadadi surga:

مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ سُرُرٍ مَصْفُوفَةٍ ۖ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ

mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli. (At Tur: 20)

وَحُورٌ عِينٌ كَأَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُونِ

Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. (Al Waqi’ah: 22-23)

Bila seorang mukmin menyaksikan betapa indahnya sebuah bangunan dan isi di dalamnya ia akan ingat betapa indahnya mahligai di dalam surga Allah nanti:

يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِصِحَافٍ مِنْ ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍ ۖ وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ ۖ وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya”. (Az Zukhruf 71)

Bila seorang mukmin berkumpul dalam keadaan berbahagia dengan orang tua, anak dan istrinya, ia akan ingat betapa bahagianya bila nanti dikumpulkan Allah di surga bersama orang-orang yang ia cintai:

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. (At Tur: 21)

جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ

(yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (Ar Ra’d: 23)

Bila seorang mukmin bersenang-senang sambil berdialog dengan teman-temannya ia akan ingat betapa senangnya ketika bercengkrama dengan kawan-kawannya di surga:

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَىٰ سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ

Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. (Al Hijir: 47)

وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَسَاءَلُونَ

Dan sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain saling tanya-menanya. (At Tur: 25)

Bila seorang mukmin memakai pakaian bagus ia akan teringat betapa bagus dan cantik serta halusnya pakaian di surga:

عَالِيَهُمْ ثِيَابُ سُنْدُسٍ خُضْرٌ وَإِسْتَبْرَقٌ ۖ وَحُلُّوا أَسَاوِرَ مِنْ فِضَّةٍ وَسَقَاهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُورًا

Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih. (Al Insan: 21)

Bila seorang mukmin melihat indahnya perhiasan emas, perak dan mutiara ia akan ingat betapa indahnya perhiasan di surga:

جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا ۖ وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ

(Bagi mereka) surga ‘Adn mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka didalamnya adalah sutera. (Fathir: 33)

Bila seorang mukmin duduk santai melepaskan rasa penat dan letihnya atau tidur di kamar yang nyaman ia akan ingat betapa nikmatnya di saat melepaskan kepenatan di kamar-kamar surga:

مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍ

Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah. (Ar Rahman: 76)

الَّذِي أَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِنْ فَضْلِهِ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌ

Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu”. (Fathir: 35)

لَٰكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ غُرَفٌ مِنْ فَوْقِهَا غُرَفٌ مَبْنِيَّةٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ وَعْدَ اللَّهِ ۖ لَا يُخْلِفُ اللَّهُ الْمِيعَادَ

Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka mendapat kamar-kamar yang tinggi, di atasnya dibangun pula kamar-kamar yang tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya. (Az Zumar 20)

Bila seorang mukmin asik berjalan di taman sambil menikmati udara segar ia akan teringat betapa indah dan nikmatnya jalan-jalan di taman surga:

حَدَائِقَ وَأَعْنَابًا

(yaitu) kebun-kebun dan buah anggur (An Naba’: 32)

Ketika seorang mukmin merasa sedih, takut dan gundah, ia akan teringat bahwa di surga tidak ada lagi kesusahan itu semua:

وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ ۖ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ

Dan mereka berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampum lagi Maha Mensyukuri. (Fathir: 34)

Ya Allah, kami memohon keridhaan-Mu dan surga.

(Bersambung)

Advertisements
This entry was posted in Tadabbur Al Qur'an. Bookmark the permalink.

One Response to Bila Seorang Mukmin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s