Prihatin

Ada sebuah pertanyaan yang sangat memprihatinkan ditanyakan melalui WA. Bunyinya kira-kira begini:

“Bolehkah orang tua meminta kepada anaknya untuk mengembalikan biaya selama dia kuliah, dengan alasan karena setelah anaknya lulus kuliah kemudian menikah dan anaknya sukses dari segi materi, ternyata setipa orang tua minta bantuan materi tidak pernah membantu, bahkan selama dua tahun ini belum pernah mengunjungi orang tuanya. Sehingga membuat ibunya marah dan sampai berfikir untuk melakukan hal di atas.

Apakah boleh secara hukum Islam meminta kembali kepada anaknya semua biaya kuliah yang sudah dikeluarkan?”

Sekarang kita tidak akan membahas hukumnya, cuma kita merasa sangat prihatin dengan kasus ini. Kenapa ada anak yang setega itu kepada orang tuanya?

Saya yakin, sebenarnya orang tua itu bukan berkekurangan atau membutuhkan bantuan. Tapi yang diinginkan sebenarnya adalah rasa perhatian dan rasa terima kasih dari anaknya. Apalagi anaknya itu kelihatan sudah sukses secara materi.

Apakah yang ada dalam hati seorang anak hingga dia begitu tega melakukan hal itu? Apakah dia tidak sadar, bahwa dia bisa berhasil seperti itu berkat usaha orang tuanya. Apakah hatinya begitu tertutup untuk melihat hal yang sejelas itu?

Semoga kita terhindar dari sifat yang sangat dimurkai Allah ini.

Advertisements
This entry was posted in Keluarga. Bookmark the permalink.

One Response to Prihatin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s