Kenapa Mereka Memerang Kita?

Mari kita perhatikan tiga firman Allah yang terdapat dalam Al Qur’an ini:

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka”. (Al Baqarah: 120)

ۗ وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا ۚ

“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup”. (Al Baqarah: 217)

وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَاءً ۖ

Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). (An Nisa’: 89)

Dari tiga ayat ini bisa kita ketahui bahwa motif orang-orang kafir dan musyrik memerangi kita umat Islam ini bukanlah disebabkan benci karena kita manusia seperti mereka, atau karena ingin merebut kekayaan alam umat Islam seperti yang dikatakan sebagian orang, atau karena ingin menguasai wilayah yang ditempati umat Islam, atau karena bentuk kita lebih jelek dari mereka sehingga harus dimusnahkan dari permukaan bumi ini, dan bukan karena sebab-sebab duniawi lainnya.

Mereka memerangi kita karena mereka tidak suka dengan keimanan yang ada di dalam dada kita. Mereka tidak suka terhadap Islam yang kita yakini. Yang mereka inginkan sebenarnya adalah agar umat Islam ini murtad dari agamanya. Mereka belumlah merasa berhasil mencapai apa yang mereka inginkan sebelum mampu memurtadkan orang beriman dari agamanya sekalipun mereka berjaya membunuh mereka dan menyingkirkan keberadaan umat Islam dari kehidupan dunia ini.

Kenapa demikian?

Karena Islam yang kamu miliki itu akan membuatmu ‘izzah, berdiri dengan kepala tegak sebagai orang yang merdeka. Padahal mereka ingin menjadikanmu budak untuk kepentingan mereka.

Karena Islam yang ada di dadamu itu membuatmu cinta terhadap tanah airmu dan menjaga amanah kekayaan alam yang dikaruniakan Allah yang ada di dalamnya untuk menyejahterakan bangsamu. Padahal mereka sangat bernafsu ingin memilikinya.

Karena Islam yang menjalar dalam darahmu itu menjadikanmu hidup bekeluarga dan bermasyarakat secara terhormat. Padahal mereka ingin hidup bagaikan binatang tanpa aturan, supaya mereka bisa menikmati anak-anak gadismu sesuka hati mereka.

Karena Islam yang kamu yakini itu hidupmu terjauh dari khamar yang memabukkan dan riba, padahal mereka inginkan itu semua.

Bila aqidah Islam sudah berhasil mereka hapus dari hatimu maka dengan mudah semuanya berada di bawah kekuasaan mereka. Karena kita sudah lemah dan sama dengan mereka. Bukan lagi jadi musuh yang menentang keinginan-keinginan jahat mereka. Bahkan kita sudah berubah menjadi bagian mereka.

Tidak mencengangkan…

Hal itu sudah mereka lakukan semenjak awal munculnya agama ini. Terbukti ketika para pemuka kafir Quraisy mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam guna membujuk beliau agar berhenti mendakwahkan agama barunya. Mereka berkata:

“Wahai Muhammad, andaikan dengan dakwah ini engkau ingin menjadi raja kami nobatkan engkau sebagai pemimpin kami. Andaikan engkau ingin jadi orang kaya kami akan kumpulkan harta sebanyak-banyaknya sampai engkau jadi orang paling kaya di antara kami. Andaikan engkau ingin menikmati wanita-wanita cantik silahkan pilih anak-anak gadis kami yang engkau sukai. Andaikan engkau mengalami sakit atau gangguan jin akan kami carikan tabib atau dukun paling hebat untuk mengibatimu. Itu semua kami berikan dengan syarat engkau berhenti mendakwahkan agammu itu”.

Dengan tegas Rasulullah menjawab: “Andaikan matahari kalian letakkan di tangan kananku dan rembulan kalian letakkan di tangan kiriku, aku tidak akan meninggalkan dakwahku ini sampai Allah memenangkan agama ini atau aku celaka akibatnya”.

Dari dialog itu bisa kita pahami bahwa orang-orang kafir itu tidak keberatan bila kita menjadi pemimpin, atau menjadi orang kaya berlimpah harta dan kemewahan, atau bersenang-senang dengan banyak wanita cantik. Yang tidak mereka inginkan itu adalah kita berjalan di atas dunia ini dengan aturan Islam.

Lihat satu bukti saja….

Banyak orang mengaku Islam tapi hidup bagaikan binatang. Main perempuan sesukanya. Tidak ada mereka heboh. Tapi lihat ketika para ustadz yang berpoligami dengan sah, halal dan terhormat, mereka akan buatkan fitnah dan berita kotor untuk merusak citra dan nama baiknya. Kenapa? Karena ustadz itu berjalan di atas aturan Islam.

Karena yang mereka inginkan bukan membinasakanmu dari permukaan bumi ini, melainkan menghapus Islam dari hatimu, maka segala cara akan mereka lakukan. Yang penting kamu tinggalkan agamamu. Tidak masalah kamu mengaku muslim, di KTP mu tertulis beragam Islam, tapi gaya hidup dan kelakuanmu sama dengan mereka.

Mereka lancarkan peperangan denganmu karena ingin memurtadkanmu dari agamamu. Maka segala cara dan senjata mereka gunakan. Bukan senjata yang dapat memisahkan nyawa dari badan. Akan tetapi senjata yang memisahkan iman dari dada. Bila senjata ini tidak mampan, barulah dengan jalan kekerasan.

Apakah bentuk perperangan yang mereka lancarkan dan senjata yang mereka gunakan?

Banyak sekali….. di antaranya…

Perang pemikiran (gazwul fikri). Meracuni cara fikir umat Islam dengan pemikiran-pemikiran salah. Menyebarkan propaganda-propaganda yang meracuni kelurusan cara fikir. Seperti, semua agama sama, kebenaran itu sesuatu yang relatif, menyebarkan stigma bahwa orang yang berislam dengan baik itu adalah orang fanatik, fundamentalis, sok suci, bahkan teroris, yang akan masuk surga itu bukan orang Islam saja, yang penting baik, surga buat semua umat manusia, dsb.

Perang yang lain dengan merusak jati diri generasi muda Islam berupa penyebaran gaya hidup glamor, sex bebas, hiburan, narkoba dan segala cara untuk membuat syahwat para pemuda menjadi meletup-letup. Bila pemuda sudah tenggelam di dalam syahwat duniawi pastilah mereka tidak akan peduli lagi dengan agamanya.

Perang dengan cara merusak citra para ulama hingga umat tidak percaya lagi kepada orang yang seharusnya menjadi panutan mereka. Mungkin dengan memfitnah ulama hingga arang tercoreng di kening mereka, atau mengenyangkan ulama dengan kesenangan duniawi hingga fatwanya bisa dibeli dan dipesan. Dengan demikian tidak ada lagi wibawa ulama di hadapan umat.

Memerangi kita secara ekonomi sampai umat Islam menjadi umat yang tangan di bawah, menunggu belas kasihan dari umat lain. Jadi gembel di negeri sendiri. Menunggu lemparan sisa-sisa orang kafir. Merana di atas kemewahan. Kelaparan di tengah-tengah kekayaan alam yang melimpah. Puas dengan recehan di atas timbunan emas dan perak. Mengimpor garam di balik kepungan laut dan samudera. Hutang di mana-mana padahal kekayaan melimpah.

Memerangi kita secara politik hingga kita menjadi orang yang diatur dan diperintah-perintah semau mereka. Hidup di bawah penjajahan atas nama tunduk pada hukum dan aturan.

Kawan…..tidakkah engkau merasakan ini semua? Tidakkah engkau sadar bahwa siang dalam malam mereka berusaha memalingkanmu dari agama ini dengan menggunakan segala cara dan fasilitas?

ً بَلْ مَكْرُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ إِذْ تَأْمُرُونَنَا أَنْ نَكْفُرَ بِاللَّهِ وَنَجْعَلَ لَهُ أَنْدَادًا

“Bahkan siang-malam kalian melancarkan makar ketika memerintahkan kami untuk kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya. (Saba: 33)

Hanya satu cara untuk keluar dari semua bentuk penjajahan ini dan keluar sebagai pemenang dari setiap pertempuran. Simaklah kata-kata Umar bin Khattab ini:

“Kita adalah umat yang dimuliakan Allah dengan Islam. Bila kita mencari kemuliaan dari selain Islam kita akan menjadi umat yang hina”.

Karena yang mereka inginkan sebenarnya “kemurtadan” dari kita atau keluar dari agama Allah, maka hanya dengan berpegang teguh dengan agama itu kita bisa menjadi pemenang sekalipun tubuh hancur dan nyawa terpisah dari jasad. Untuk selamanya mereka akan memendam kegeraman di dalam hati sekalipun bibir mereka menyunggingkan senyum melihat jasad kita terkoyak.

Ya Allah, teguhkan kami dalam keislaman ini sampai kami berjumpa dengan-Mu. Biarkan orang-orang kafir itu dalam kegeramannya sampai mereka masuk ke dalam neraka yang menyala.

Advertisements
This entry was posted in Pelajaran dari Revolusi Mesir, Tadabbur Al Qur'an. Bookmark the permalink.

One Response to Kenapa Mereka Memerang Kita?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s