Sembilan Bandit

Di zaman Nabi Shaleh ada sembilan orang bandit yang menjadi ikon penentangan atas kebenaran. Yang tidak senang dengan ditegakkannya kalimat (لا إله إلا الله) di permukaan bumi.

وَكَانَ فِي الْمَدِينَةِ تِسْعَةُ رَهْطٍ يُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ وَلَا يُصْلِحُونَ

Dan adalah di kota itu sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan. (An Naml: 48)

Jumlah mereka memang sedikit. Cuma sembilan orang. Tapi banyak yang menjadi jongos para penjahat ini. Mereka lebih suka diperbudak, menghambakan diri kepada pemimpin kejahatan. Paling kurang mereka mendiamkan kejahatan-kejahatannya. Hingga kaum Nabi Shaleh terpecah menjadi dua kelompok.

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ فَإِذَا هُمْ فَرِيقَانِ يَخْتَصِمُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada (kaum) Tsamud saudara mereka Shaleh (yang berseru): “Sembahlah Allah”. Tetapi tiba-tiba mereka (jadi) dua golongan yang bermusuhan. (An Naml: 45)

Sekarang bangsa kita dikacaukan atau dihebohkan oleh sembilan tipan atau sembilan naga, yang kita tidak tahu siapa orangnya dan bagaimana wujudnya.

Akibatnya kondisi bangsa kita mirip dengan kondisi umat Nabi Shaleh yang terbelah menjadi dua golongan besar.

Apakah ini juga pengulangan sejarah yang sudah berlalu? Kenapa jumlah mereka juga sembilan? Dan lebih penting, kenapa yang mereka lakukan sangat mirip?

Wallahu a’lam. Jangan tanyakan kepada rumput yang bergoyang, karena dia tidak akan tahu.

Advertisements
This entry was posted in Tadabbur Al Qur'an. Bookmark the permalink.

One Response to Sembilan Bandit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s