Ahlul Batil Tidak Akan Bahagia

Jangan kira ahlul batil berbahagia bila mereka mampu menyingkirkanmu dari kehidupan dunia ini. Jangan bayangkan mereka gembira dengan dipenjarakannya penegak kebenaran. Puas sementara mungkin, tertawa sejenang barangkali, tapi dada mereka akan semakin sesak dan kegeramannya semakin membubung ke ubun-ubun.

Apakah Fir’uan merasa menang setelah berhasil memutilasi para tukang sihirnya yang membelot berpihak kepada Nabi Musa? Apakah dia bahagia setelah menyalib istrinya yang beriman kepada dakwah Nabi Musa dan Harun? Apakah dia senang setelah melepaskan kegeramannya dengan merebus Masyithah dan keluarganya? Apakah dia merasa tenang dengan menyingkirkan seorang laki-laki di antara keluarganya yang menyembunyikan keimanannya?

Tidak. Semua itu hanya membuat kemarahan Fir’aun semakin menjadi-jadi. Emosinya semakin tidak terbendung. Dendamnya tak terkira-kira.

Begitu juga dengan Ashhabul Ukhdud yang membakar ratusan orang beriman dalam sebuah lobang besar yang dipenuhi api membara. Kesejahterahan semakin jauh dari mereka.

Sungguh yang diinginkan para durjana bukan kehancuran penegak kebenaran. Yang mereka inginkan sebenarnya adalah mereka berhasil menggelincirkan para mushlihin (orang-orang yang bergerak untuk memperbaiki kondisi), hingga sama-sama menjadi durjana dengan mereka. Mau mencicipi kotornya maksiat bersama mereka.

Karena itu, kemenangan sesungguhnya itu bukanlah berhasil menumpas kebatilan. Karena sunnatullah di alam ini kebenaran dan kebatilan itu akan selalu berperang. Tapi mampu tegas dan istiqamah di atas kebenaran sampai nyawa terpisah dari badan, itulah kemenangan hakiki bagi para penegak kebenaran. Tidak masalah badan hancur, tubuh terpenjara dan kekayaan dunia terampas dari diri, yang penting keimanan, Islam dan akhlak tidak bergeser sedikitpun dari hati.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (Ali Imran: 147)

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir”. (Al Baqarah: 250)

Advertisements
This entry was posted in Khawathir. Bookmark the permalink.

One Response to Ahlul Batil Tidak Akan Bahagia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s