Cerdas Beramal

Kisah yang amat mencengangkan banyak berkembang di masyarakat kita:

Mesjid dibangun mewah-mewah. Sudah indah diperindah lagi. Tidak pernah selesai untuk dihiasi dan diperbaiki.

Sayang di sekitar mesjid ada orang sakit yang tidak bisa berobat ke dokter karena tidak ada biaya.

Sayang di sekitar mesjid ada anak-anak putus pendidikan karena tidak ada biaya.

Sayang di sekitar mesjid ada orang yang tinggal di rumah tidak layak huni.

Sayang di sekitar mesjid ada orang yang makan dengan makanan seadanya, bahkan berkekurangan.

Sayang di sekitar mesjid ada fakir miskin yang masih mengulurkan tangan minta disantuni.

Untuk pembangun mesjid diberi ganjaran istana di dalam surga, sedangkan menyantuni orang miskin, anak yatim dan orang membutuhkan diberi ganjaran kunci surga.

Untuk apa istana di dalam surga kalau kunci masuk surga tidak ada.

Tidak membangun mesjid tidak terkena ancaman. Sedangkan yang menelantarkan anak yatim dan orang miskin dicap sebagai pendusta agama.

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيم َوَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ.

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. (Al Ma’un: 1-3)

Saatnya kita cerdas melakukan ibadah.

Advertisements
This entry was posted in Qadhaya. Bookmark the permalink.

One Response to Cerdas Beramal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s