Mencengangkan

Salah satu hal yang mencengankan dari pengikut Fir’aun ketika mereka berkata:

فَقَالُوا أَنُؤْمِنُ لِبَشَرَيْنِ مِثْلِنَا وَقَوْمُهُمَا لَنَا عَابِدُونَ

Dan mereka berkata: “Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga), padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita?” (Al Mukminun: 47)

Mereka enggan beriman kepada Nabi Musa dan Nabi Harun dengan alasan keduanya adalah manusia biasa seperti mereka. Pada waktu yang bersamaan mereka mengakui Fir’aun sebagai tuhan yang patut disembah dan ditaati.

Menurut logika mereka, manusia biasa tidak mungkin menjadi utusan Tuhan Penguasa alam. Di sisi lain akal mereka bisa menerima bahwa manusia yang makan dan minum serta masuk toilet sebagai tuhan.

Demikianlah, orang yang berdiri di atas pijakan yang salah, selalu memiliki logika yang tumpang tindih dan cara fikir yang berantakan. Karena cara fikir mereka adalah cara fikir kepentingan atas dasar mencari posisi aman.

Di mana perut kenyang di sanalah kebenaran bertengger. Di mana jiwa aman di sanalah al-hak berpihak. Itulah mantiq yang ada di otak manusia yang berkiblat kepada kepentingan.

Ini baru satu hal, masih banyak lagi yang mencengangkan.

Advertisements
This entry was posted in Tadabbur Al Qur'an. Bookmark the permalink.

One Response to Mencengangkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s