Harga Diri yang Terjual

Syekh Muhammad Al Ghazali mengatakan: “Senantiasa aku tegaskan, pekerjaan yang susah itu adalah merubah rakyat. Sedangkan untuk merubah pemerintah bisa terjadi secara spontan bila rakyat menginginkan”.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un bagi diri-diri yang tidak berharga. Yang terjual hanya dengan nilai sekantong sembako atau secuil uang. Yang redha dengan sisa-sisa kotoran orang lain. Yang merasa nyaman dengan menjilat telapak kaki penipu daripada tegak berdiri menentukan kemulian dirinya sendiri.

Amatlah pedih sindiran yang disebutkan Abu Thayyib Al Mutanabbi dalam sya’irnya ini,

قومٌ إذا مس النعالُ وجوههم **** شكت النعالُ بأي ذنبٍ تُصفعُ

“Suatu kaum bila sandal mendepak wajah mereka, sandal itu menjerit, “Berdasarkan dosa apa dia ditamparkan?”.

Ya Allah, tunjuki kaumku, sesungguhnya mereka itu tidak tahu.

Advertisements
This entry was posted in Qadhaya. Bookmark the permalink.

One Response to Harga Diri yang Terjual

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s