Merasa Berjasa

Suatu kali saya ziarah ke maqam Imam Syafi’i. Sebelum masuk ke mesjid, saya berwudhu’ dulu di toilet yang berada sebelum pintu masuk. Saya sudah kenal sekali daerah sana, karena sudah berulangkali berziarah.

Tepat sebelum pintu toilet, seorang nenek-nenek yang biasa minta sedekah di sana berkata: “Ta’al, hamam hena (Kemarilah, toilet di sebelah sini)”. Tanpa ditunjukkan si nenekpun saya sudah tahu juga kok.

Pas keluar dari toilet si nenek langsung menghadang saya untuk meminta uang. Saya tidak mau memberinya uang waktu itu, karena kalau mau memberi nanti setelah mau pergi. Dan juga ada banyak peminta-minta lain dekat nenek itu, bila satu diberi yang lain akan mengerubungi minta bagian.

Karena tidak mau memberi uang, si nenek bilang: “Kamu tidak mau ngasih saya uang, padahal saya sudah tunjukkan toilet sama kamu”.

Dalam hati saya: Ya salam, si nenek sebegitunya. Sampai menyebut-nyebut kebaikan dirinya sudah memayungi saya segala, eh….. maksudnya menunjukan saya di mana letak toilet segala. Tidak diberi tahupun saya sudah tahu juga kok. Lagian ada tulisan WC yang cukup besar terpampang di depannya.

Macam-macam saja ulah orang kalau ada maunya ini.

Advertisements
This entry was posted in Pengalaman. Bookmark the permalink.

One Response to Merasa Berjasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s