Tidak Dapat Apa-apa

Sepanjang sejarah kehidupan selalu kita saksikan orang-orang yang menjual agamanya demi segelintir kesenangan dunia. Sebagiannya mendapatkan apa yang dia inginkan di dunia ini, dan sebagian lain tidak mendapatkan apa-apa selain malu dan penyesalan.

Orang Minang mengatakan “Saikua capang siakua capeh, saikua tabang saikua lepeh”. Dunia yang diharapkan tidak dapat, akhiratnya sudah duluan binasa. Wa na’udzubillaah.

Al Qur’an membahasakan hal ini:

خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ

“…. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. (Al Hajj: 11)

Di dalam ayat yang lain Allah membikinkan sejelek-jelek perempumaan bagi orang yang menjual aqidahnya demi kesenangan dunia.

Renungkanlah ayat ini:

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ

Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ ۚ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۚ فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.

سَاءَ مَثَلًا الْقَوْمُ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَأَنْفُسَهُمْ كَانُوا يَظْلِمُونَ

Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim. (Al A’raf: 175-177)

Cemas akan lepasnya akhirat karena tergiur dengan tipu daya dunia yang fana’ ini membuat orang-orang shaleh sulit untuk tersenyum dan kepala mereka cepat ditumbuhi uban. Makannya tidak terasa lezat dan tidurnya tidak terasa nikmat. Selalu siap siaga bagaikan tentara dalam perang.

Suatu kali Imam Ali radhiyallahu ‘anhu duduk sambil menangis di tengah malam sambil memegangi jenggotnya, ia berkata: “Menjauhlah dariku wahai dunia, rayulah selain aku. Aku sudah mentalakmu dengan talak tiga, tidak akan ruju’ lagi. Umurmu pendek, bahayamu besar, kehidupanmu hina”.

نسأل الله السلامة.

Advertisements
This entry was posted in Tadabbur Al Qur'an. Bookmark the permalink.

One Response to Tidak Dapat Apa-apa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s