Kebinasaan Bagi Orang Munafik

Membahas tentang orang munafik sangatlah rumit, serumit keadaan mereka yang tidak jelas posisinya sebelah mana.

Melihat keberadaan mereka yang sangat jauh lebih berbahaya daripada orang kafir yang terang sebagai musuh, kita menjadi khawatir bagi keberlangsungan agama ini. Kita berada pada dilema besar dalam menghadapi mereka. Sangat menguras tenaga dan pikiran, tapi kita bagaikan berkelahi dengan bayang-bayang atau dengan hantu.

Kita kerepotan, tapi wujud mereka sebenarnya seperti apa. Karena mereka bisa dan biasa berubah wujud serta penampilan.

Untunglah Allah memberikan hiburan yang membuat kita optimis dalam menghadapi rintangan besar ini. Mari kita tadabburi surat Al Ahzab ayat 60-62:

لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْمُرْجِفُونَ فِي الْمَدِينَةِ لَنُغْرِيَنَّكَ بِهِمْ ثُمَّ لا يُجَاوِرُونَكَ فِيهَا إِلا قَلِيلا

“Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar,”

Ahli tafsir mengatakan bahwa tiga sifat yang disebutkan dalam ayat ini (munafik, berpenyakit hati dan penyebar berita bohong) terkumpul dalam satu pribadi, yaitu pada pribadi orang munafik.

Dalam ayat ini Allah meyakinkan kita bahwa bila orang-orang munafik itu tidak berhenti menyakiti orang-orang beriman, Allah akan bikinkan jalan atau cara bagaimana orang mukmin bisa menghabisi mereka, hingga mereka tidak bisa lagi hidup berdampingan di sekitar orang-orang beriman kecuali dalam waktu yang tidak lama. Setelah itu mereka akan tersingkir dari tengah-tengah kaum muslimin.

Bagaimana keadaan mereka dan bagaimana cara kebinasaan mereka?

Ayat selanjutnya menjelaskan….

مَلْعُونِينَ أَيْنَمَا ثُقِفُوا أُخِذُوا وَقُتِّلُوا تَقْتِيلا

“dalam keadaan terlaknat. Di mana saja mereka dijumpai, mereka ditangkap dan dibunuh dengan sehebat-hebatnya”.

Bagi kita bangsa Indonesia bukankah munafik yang terang kemunafikannya itu adalah orang-orang PKI? Mereka berada di tengah-tengah kita, mengaku muslim , tapi mereka menyusun makar untuk menghancurkan kita.

Namun lihatlah, apa yang mereka dapatkan?!

Setelah pemberontakan PKI pada tahun 1965 mereka diburu, dibantai dan terhina sehina-hinanya di zaman orde baru sampai reformasi tahun 1998. Tidak ada di antara mereka yang berani menampakkan batang hidung. Dicurigai sebagai komunis saja mereka sudah ditangkap dalam keadaan terhina.

Seluruh orang sepakat, mereka tidak boleh lagi muncul. Karena sangat berbahaya bagi keutuhan bangsa, terutama umat Islam yang selalu mereka sakiti. Barulah setelah reformasi mereka mulai kembali unjuk gigi. Hari ini keberadaan mereka semakin mengkhawatirkan.

Tapi untunglah Allah memberikan harapan lebih untuk kita supaya selalu optimis dalam menghadapi mereka dengan ayat penutup dari permasalahan ini. Allah berfirman:

سُنَّةَ اللَّهِ فِي الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلُ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلا

“Sebagai sunah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum (mu), dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah”.

Kehancuran dan pembasmian terhadap orang-orang munafik itu sudah menjadi aturan Allah yang tidak bisa dielakkan dan dirubah lagi di dunia ini. Apabila mereka berani muncul lagi untuk menyakiti orang-orang beriman maka Allah akan membinasakan mereka, baik langsung dengan azab Allah atau melalui perantaraan tangan orang-orang beriman.

Begitulah nasib yang diterima oleh orang munafik semenjak zaman Nabi Nuh sampai hari ini. Kan’an putra Nabi Nuh dan istrinya yang munafik, yang lebih berpihak kepada musuh ketimbang kepada ayah dan suaminya dibasmi Allah dengan banjir dahsyat. Istri Nabi Luth yang mengabarkan keberadaan pemuda-pemuda ganteng yang menjadi tamu suaminya kepada kaumnya yang LGBT dibinasakan Allah dengan gempa yang menghancurkan segalanya. Samiri yang menipu Bani Israel untuk menyembah patung anak sapi teruisir dalam keadaan hina.

Bila orang-orang munafik berwujud PKI itu berani muncul kembali, tunggulah nasib serupa akan menimpa mereka. Tinggal bagi orang-orang beriman bersiap siaga untuk menghadapi mereka, karena kebinasaan mereka bukan terjadi secara gratis, tapi harus melalui pengorbanan yang tidak sederhana. Sejarah akan selalu berulang, jangan sampai kita sampai kecolongan. Geliat kemunculan mereka kembali sudah sangat kentara di depan mata.

Waspadalah!

Advertisements
This entry was posted in Tadabbur Al Qur'an. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s