“Al Kadzdzabul Asyir”

Dulu kita sering mengulang ayat Allah berikut ini, di saat kita tidak sanggup lagi memberikan hujjah terhadap apa yang kita yakini kebenarannya:

سَيَعْلَمُونَ غَدًا مَنِ الْكَذَّابُ الْأَشِرُ

“Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong”. (Al Qamar: 26)

Hari ini sebagiannya sudah terbukti, siapa “al kadzdzabul asyir” sebenarnya. Dan perputaran waktu akan terus membuktikannya.

Suara-suara yang dulu sangat jumawa sekarang pada kemana? Sudah pada kayak biawak yang bersembunyi ke dalam lobangnya.

Sampai hari ini syekh www.google.com masih sangat setia menghafal dan mengabadikan tulisan-tulisan mereka. Sebagai saksi di dunia dan di akhirat kelak atas apa yang sudah mereka tuliskan.

Janji Allah di dunia sudah terbukti. Tinggal menunggu janji akhirat.

كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ… إِلَّا أَصْحَابَ الْيَمِين ِ …. فِي جَنَّاتٍ يَتَسَاءَلُونَ …. عَنِ الْمُجْرِمِينَ … مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ … قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ … وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ …* وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِين *َ

“Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya, kecuali golongan kanan, berada di dalam surga, mereka tanya menanya, tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa, “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,

***dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, *** (Al Muddatstsir: 38-45)

Di akhir ayat Allah berfirman:

حَتَّىٰ أَتَانَا الْيَقِينُ

“hingga datang kepada kami kematian”.

Masih ada kesempatan untuk kembali kepada kebenaran. Mumpung nyawa masih di kandung badan.

Cuma mengakui kesalahan sungguh amat berat, kecuali bagi orang yang dirahmati Allah. Apalagi bagi orang yang tidak merasa bersalah atau tidak mau mengakui kesalahan. Kalau demikian mari sama-sama kita saksikanlah janji Allah dan mari kita lanjutkan pembuktian, siapa “al kadzdzabul asyir” sebenarnya.

أستغفر الله لي ولكم

Advertisements
This entry was posted in Khawathir. Bookmark the permalink.

One Response to “Al Kadzdzabul Asyir”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s