Bersama Botol Tinta Sampai Masuk Kuburan

Ma’al Mihbarah ilal Maqbarah (Bersama Botol Tinta Sampai Masuk Kuburan)

Di akhir tahun 1994, beberapa hari sebelum wafatnya Buya Mawardi Muhammad, pimpinan pondok pesantren Thawalib Padang Panjang, tempat saya menimba ilmu, salah seorang guru kami Ustadz Burhanuddin menjenguk Buya yang sudah lama sakit. Beliau merupakan salah seorang murid Buya juga.

Pada kesempatan itu Buya tidak banyak bicara. Murid-murid yang datang menjenguk beliau hanya melihat, menemani dan membantu kebutuhan beliau, tanpa banyak bercakap-cakap. Sekalipun sakit, Buya tetap sibuk membaca dan menthala’ah ilmu. Selalu ada kitab dalam genggaman atau di depan beliau untuk dibaca.

Melihat keadaan beliau yang sudah mengkhawatirkan, Ustadz Burhanuddin yang pernah kuliah di Libya itu memberanikan diri untuk bicara. “Buya…, Buya kan dalam kondisi sakit. Sebaiknya Buya istirahat dan berhenti dulu membaca”, ujar beliau.

Mendengar itu, Buya Mawardi memalingkan wajah beliau dengan perlahan ke arah Ustadz Burhanuddin dengan sorot mata heran, seraya berkata: “Haji……Haji….ooo Haji…..Apa Haji sudah lupa kata hikmah yang pernah Buya ajarkan? (اطلبوا العلم من المهد إلى اللحد) “Tuntutlah ilmu mulai dari ayunan sampai ke liang lahad”. Begitu cara beliau memanggil Ustadz Burhanuddin. Sekalipun murid beliau yang jarak umur antara keduanya sangat jauh berbeda, beliau tidak memanggil muridnya hanya dengan menyebut nama, tapi memanggil dengan menyebut gelarnya. Dan begitu gaya beliau kalau memanggil orang lain.

Semua yang hadir terdiam dan tidak dapat berbuat apa-apa selain memandang kagum kepada beliau. Pantasan beliau yang tidak pernah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, apalagi sampai belajar ke Timur Tengah memiliki ilmu setinggi itu. Sampai orang Arab yang pernah datang ke pondok untuk menguji santri yang akan kuliah ke Madinah berkata: “Syekh lebih Arab daripada orang Arab”. Ungkapan itu keluar karena kemampuan bahasa Arab beliau yang luar biasa, yang terbukti dari kitab yang sudah beliau tulis.

Kabarnya IAIN Imam Bonjol Padang pernah menawarkan kepada beliau untuk dianugerahi gelar professor dalam bidang hadits, karena kepakaran beliau dalam bidang itu tidak diragukan lagi. Akan tetapi beliau menolaknya dengan halus. Dengan alasan tidak ada gunanya gelar seperti itu selain untuk berbangga-bangga.

Sebenarnya tidak ada yang aneh dan istimewa dari sepotong kisah ini. Begitulah sebenarnya langkah hidup yang harus ditempuh oleh para ilmuan sejati. Ilmuan yang belajar betul-betul demi ilmu, bukan untuk mencari gelar, ketenaran dan pangkat.

Suatu kali seseorang melihat Imam Ahmad, di tangannya ada botol tinta. Orang itu berkata dengan heran kepada Imam Ahmad: “Wahai Abu Abdillah, Anda sudah sampai ke taraf keilmuan sehebat ini, dan Anda adalah imam kaummuslimin, tapi anda masih saja membawa-bawa botol tinta”. Mendengar itu Imam Ahmad menjawab: (مع المحبرة إلى المقبرة) “Bersama botol tinta sampai ke kuburan”.

Kata mutiara dari ulama-ulama shaleh itu bukan sekedar semboyan pengindah kata dan retorika ketika ceramah. Juga bukan penyemangat sesaat di forum motivasi. Namun dia adalah kaedah yang mesti dilaksanakan oleh setiap orang yang mengaku pencinta ilmu.

Menuntut ilmu tidak terbatas di bangku sekolah atau kuliah. Juga tidak berhenti pada umur tententu. Tidak mandeg ketika sampai pada gelar tertinggi. Tidak mengenal cuaca dan musim. Bukan karena sibuk menghadapi ujian.

Amat aneh bila ada orang sampai bergelar master, doktor dan professor tapi tidak suka membaca. Dengan cara apa dia mencapai gelar itu?

Pelajar sejati akan naik semangatnya melihat buku tebal bertumpuk, bukan pusing dan sakit kepala di saat ketemu kitab walau tipis.

Selamat menghadapi ujian bagi adik-adik mahasiswa Al Azhar. Semoga Allah mengaruniakan kalian ilmu yang bermanfaat.

Advertisements
This entry was posted in Rawai'. Bookmark the permalink.

One Response to Bersama Botol Tinta Sampai Masuk Kuburan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s