Pemikir Keren

Sebagian orang merasa menjadi pemikir keren ketika mempertanyakan atau mengeritisi hal-hal yang sudah baku dalam perkara agama. Hal yang sudah pasti seratus parsen kebenarannya. Hal yang sudah ma’lum fiddin bidh dharurah, istilahnya. Yang tidak perlu dipertanyakan lagi harusnya.

Mempertanyakan hal semacam itu sama artinya mempertanyakan apakah matahari terbit di siang hari atau di malam hari?

Lalu, orang semacam ini apakah disebut pemikir keren atau kelewat mikir (baca: sinting)?

Dia mempertanyakan hal itu disebabkan karena mereka belum pernah belajar dan mendalami dengan benar. Dengar sana secuil, baca sini sedikit, tiba-tiba muncul bisikan syetan di dalam hatinya. Kemudian mereka menulis atau bicara dengan nada meyakinkan.

Sialnya, was-was syetan yang mereka tuliskan dengan bahasa yang memukau dibaca oleh orang yang setipe dengan mereka, bahkan lebih parah.

Akhirnya muncullah orang-orang keblinger tapi merasa pintar.

Jangan heranlah, orang gila memang suka meneriaki orang-orang waras sebagai orang gila. Yang waras baiknya senyum saja, anggap saja nonton komedi. Jangan balik teriaki mereka gila.

Advertisements
This entry was posted in Serba-Serbi. Bookmark the permalink.

One Response to Pemikir Keren

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s