Puasa dan Al Qur’an

Bila kita cermati ayat ke-185 dari surat al-Baqarah, ayat ketiga yang menjelaskan tentang puasa, kita menemukan betapa eratnya hubungan al-Qur’an dan puasa, hingga Allah menggandengkan pembicaraan tentang puasa dengan al-Qur’an.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu”.

Maka tidak salah bila bulan puasa (Ramadhan) disebut juga bula al-Qur’an. Bulan di mana kita dianjurkan untuk memperbanyak membaca, mempelajari, mentadabburi dan mengamalkan al-Qur’an.

Diriwayatkan dari para salafunassaleh, Imam Malik umpamanya, bila sudah masuk bulan Ramadhan mereka akan fokus kepada al-Qur’an dan meninggalkan untuk sementara mengkaji hadits. Mereka juga menambah kuantitas bacaan daripada hari-hari biasanya. Yang biasanya khatam sekali seminggu, bisa menjadi setiap tiga hari sekali, bahkan khatam setiap hari.

Ternyata di balik penggandengan antara al-Qur’an dan puasa ada rahasia luar biasa yang bisa kita temukan dari penjelasan Rasulullah melalui hadits beliau.

Mari kita simak hadits berikut ini:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ، يَقُولُ الصِّيَامُ: رَبِّ إِنِّي مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ، وَيَقُولُ الْقُرْآنُ: مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَيُشَفَّعَانِ.

Dari Abdullah ibn Amr –semoga Allah meredhainya-, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Puasa dan al-Qur’an pemberi syafa’at bagi seorang hamba, puasa akan berkata: “Tuhanku, sesungguhnya aku menghalanginya dari makan dan segala bentuk syahwat di siang hari maka jadikanlah aku sebagai penolong baginya, dan al-Qur’an juga akan berkata: “Aku telah menghalangi dia dari tidur di malam hari. Maka keduanya diizinkan Allah memberi syafa’at”. (HR. Imam Ahmad dan Hakim)

Sekarang saatnya kita mempersiapkan dua hal yang akan memberikan syafa’at bagi kita nanti di hari Kiamat, di saat segala amal perbuatan kita diperlihatkan kembali oleh Allah kepada kita untuk dimintai pertanggungjawaban.

Advertisements
This entry was posted in Puasa Ramadhan. Bookmark the permalink.

One Response to Puasa dan Al Qur’an

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s