Pembersih Hati

Banyaknya peristiwa yang kita hadapi dalam kehidupan membuat hati kadang-kadang menjadi kasar, kotor dan berpenyakit. Tumpukan dosa dan kesalahan menjadikan kebeningannya menjadi tercemar. Bila dibiarkan terus menerus dalam keadaan seperti itu hati akan tertutup, akibatnya hati tidak sensitif lagi membedakan antara yang hak dan batil. Seperti yang dikatakan Allah dalam surat Al- Muthaffifin: 14

كَلا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.”

Untuk membersihkannya kembali Rasulullah memberikan tuntunan sebagaimana yang dijelaskan oleh hadits berikut:

عن ابن عمر قال : قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم – : ” إن هذه القلوب تصدأ كما يصدأ الحديد إذا أصابه الماء ” قيل : يا رسول الله وما جلاؤها ؟ قال : ” كثرة ذكر الموت وتلاوة القرآن ”

Dari Ibnu Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya hati ini berkarat sebagaimana besi berkarat bila ditimpa air. Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana cara membersihkannya kembali ya Rasulullah?” Beliau menjawab: “Dengan banyak mengingat kematian dan tilawah al-Qur’an”. (HR. Baihaqi dan Syihab Al Qudha’i)

Dua aktifitas ini di antara ibadah yang paling penting kita jadikan kegiatan dalam bulan Ramadhan ini.

Advertisements
This entry was posted in Tazakiyatul Anfus. Bookmark the permalink.

One Response to Pembersih Hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s