Pak Pandir

Nama asli Abu Jahal adalah ‘Amr ibn Hisyam. Dia diberi gelar oleh kaumnya semasa jahiliyah dengan Abul Hakam. Artinya orang yang bijaksana.

Itu bukan gelar sekedar gelar. Dia digelari demikian karena memang ia seorang arif bijaksana, panutan bagi kaum Quraisy. Orang terhormat yang dihargai sebagai orang mulia.

Terus kenapa dia digelari dengan Abu Jahal (orang yang bodoh)? Dan siapa yang memberi gelar itu?

Yang memberi dia gelar Abu Jahal adalah Rasulullah shallallahu ‘laihi wa sallam. Karena, ketika risalah Islam disampaikan kepadanya ia berubah 180 derjat.

Sebelumnya ia baik, kemudian berubah menjadi jahat, bengis bahkan sampai tega membunuh seorang wanita dengan cara menusuk kemaluannya dengan tombak. Sifat keji macam apa ini?

Semua itu ia lakukan karena dendam, iri dan dengkinya kepada Rasulullah. Kenapa Muhammad yang diangkat jadi Rasul, bukan dirinya.

Puncak kejahilannya diabadikan oleh Allah dalam Al Qur’aan ketika ia berdo’a:

(وَإِذْ قَالُوا اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ هَٰذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِنَ السَّمَاءِ أَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ)

Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata: “Ya Allah, jika betul (Al Quran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih”. [Al-Anfal 32]

Cermati ayat yang menceritakan do’a Abu Jahal ini. Orang yang berakal sehat akan berdo’a:

“Ya Allah, jika betul (Al Quran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka berilah kami hidayah, bukakanlah hati kami untuk menerima dan mengikutinya”.

Sayangnya Abul Hakam ‘Amr ibn Hisyam alias Abu Jahal (Pak Pandir) malah berdo’a minta dihujani batu dari langit, atau diberi azab yang pedih bila dakwah yang disampaikan Nabi Muhammad merupakan suatu kebenaran yang berasal dari Allah. Adakah orang yang lebih bodoh bin bloon daripada ini?

Kalau Al Qur’an hanya sekedar dibaca kita tidak menyadari keanehan ini. Ketika bacaan Al Qur’an kita jadikan panduan dalam hidup, ternyata kita temukan orang semacam ini di tengah umat. Ada banyak orang-orang nekat yang penuh keberanian menantang Allah supaya disegerakan turunnya azab. Bukan malah minta diberikan hidayah.

َأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ

“Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang bodoh”. (Al Baqarah: 67)

Advertisements
This entry was posted in Tadabbur Al Qur'an. Bookmark the permalink.

One Response to Pak Pandir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s