Malu Gara-gara Perangai Orang

Edisi curhat….(jarang-jarang)

Sifat manusia memang beda-beda. Ada yang pemalu, ada yang pemberani, ada yang terlalu PD, yang penakut, ada yang norak, ada yang suka tampil, ada yang ga mau muncul-muncul, dll.

Saya entahlah, apakah pengecut atau pemalu. Bila ada hal yang tidak pada posisinya yang tidak sengaja saya lakukan, tubuh saya akan panas dingin. Bila hal itu suatu saat mendatang teringat lagi, keringat dingin saya akan mengucur lagi. Malu sendiri. 😶😶

Bahkan yang lebih anehnya, perasaan seperti ini muncul bukan ketika saya sendiri yang melakukan hal yang kurang pantas. Bahkan bila ada orang lain yang melakukannya di hadapan saya, saya akan merasa geli sendiri dan sangat malu. Padahal bukan saya yang melakukannya.

Contoh, suatu kali ada orang yang sangat PD nyelonong maju jadi imam karena dia lihat tidak ada imam resmi di sana. Padahal ada orang yang biasa menggantikan imam bila imam resmi tidak ada. Setelah berdiri di mihrab ia ditarik lagi kebelakang sama makmum, kemudian imam cadangan disuruh maju.

Saya keringatan dingin melihatnya dan shalat saya tidak konsentrasi akibatnya.

Di lain waktu, ada seorang qari bersuara indah diminta membacakan al Qur’an untuk membuka suatu acara besar. Acara itu dihadiri pejabat-pejabat penting. Menurut aturan, bacaannya hanya berkisar 5-7 menit. Entah kenapa, apakah karena keasyikan atau si qari ingin memperdengarkan bacaannya kepada bapak-bapak pembesar, ia baca al Qur’an panjang sekali. Hadirin sudah mendehem kiri-kanan, silih berganti, tapi si qari bersuara indah masih saja lanjut. Bahkan dia seperti mendapatkan tambahan semangat. Tidak ada tanda-tanda akan berhenti. Akhirnya, panitia acara memberanikan diri menegur dia supaya segera mengakhiri dan mic langsung dimatikan.

Melihat itu, rasanya saya mau tenggelam ke dalam bumi menahan malu. Lagi-lagi bukan saya yang melakukan, tapi saya langsung demam melihat kejadian yang tidak pantas itu. Melihat qari hebat tapi tidak faqih. Tidak paham dengan situasi.

Dan banyak lagi kejadian lain semacam itu.

Ning nong…..ning….nong…..

Barusan saya hampir pingsan karena malu melihat sesuatu yang norak sekali dalam perasaan saya. Ada orang selfie dengan orang besar. Padahal orang besar harusnya kan ada aturan resmi. Ada protokoler. Mungkin dia orang desa jadi tidak peduli sekali dengan aturan itu, sekalipun ia tahu. Kalau mau berfoto sangat banyak kamera yang siap mengabadikan, bahkan video.

Adduh…. khajjal aku ni. Entahlah… mungkin aku terlalu lebay.

Advertisements
This entry was posted in Serba-Serbi. Bookmark the permalink.

One Response to Malu Gara-gara Perangai Orang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s