Keajaiban Takdir

Fir’aun memerintahkan untuk membunuh setiap anak laki-laki Bani Israel yang baru lahir karena ia khawatir kekuasaannya akan hancur di tangan salah seorang di antara mereka.

Perintah dilaksanakan, cuma muncul permasalahan; bila seluruh bayi Bani Israel dibunuh tentu suatu saat mereka akan punah. Lalu siapa yang akan diperbudak untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan berat di bumi Mesir?

Keputusan ditinjau ulang. Satu tahun bayi Bani Israel dibunuh, satu tahun dibiarkan hidup.

Atas kehendak Allah, Nabi Harun kakak Nabi Musa lahir di tahun bayi-bayi tidak dibunuh. Maka selamatlah beliau dari kekejaman peraturan Fir’aun. Pada tahun anak laki-laki dibunuhi Nabi Musa dilahirkan.

Coba bayangkan, bila Nabi Musa juga dilahirkan pada tahun bayi tidak dibunuh akan amanlah ceritanya. Tapi Allah ingin memperlihatkan bagaimana kekuasaan-Nya dan bagaimana ajaibnya takdir yang memaksa setiap yang sudah ditentukan untuk terjadi. Tanpa seorangpun mampu mengelakkannya walau Fir’aun yang amat berkuasa, hingga menobatkan diri jadi tuhan.

Sebagaimana yang sudah termasyhur, bayi Musa dihanyutkan ke sungai Nil, kemudian ditemukan oleh istri Fir’aun dan akhirnya diasuh di istananya oleh ibu kandung Nabi Musa sendiri tanpa sepengetahuan Fir’aun.

Seolah-olah Allah berkata: “Betapapun kekuasaan yang engkau miliki, kekejaman yang tiada tara, dan kehati-hatian yang luar biasa menjaga kekuasaanmu, namun Aku berkehendak, kehancuranmu itu engkau sendiri yang merancang dan menyiapkannya. Dan engkau tidak akan mampu mengelak darinya walau secuil”.

Betapapun curiga dan khawatirnya Fir’aun terhadap bayi temuan itu, ia tidak kuasa menolak ketentuan Allah. Dia tetap saja memeliharanya, bahkan dijadikan sebagai anak angkat.

Diujung kisahnya Fir’aun tenggelam di laut Merah karena ia memimpin langsung pengejaran Bani Israel yang melarikan diri dari keganasannya. Kenapa harus Fir’aun langsung yang turun tangan mengejar mereka? Apakah tidak cukup Haman dengan pasukan adidayanya saja melumat Bani Israel?

Lagi-lagi Allah ingin melihatkan kekuatan takdir yang sudah Dia gariskan. Kebinasaan Fir’aun sudah ditetapkan di laut Merah, maka dia sendiri yang akan menyongsongnya ke sana.

Tidak ada yang perlu dibanggakan. Kekuasaan, kekayaan, kegantengan, kecantikan, ketinggian ilmu, kesehatan badan, dan lain sebagainya, amat mudah bagi Allah melenyapkannya. Bahkan binasa dengan tangannya sendiri, tanpa melalui perantara orang lain.

Semuanya harus tunduk di bawah kuasa takdir Allah yang Maha Menentukan segala sesuatu.

Cukup ini jadi pelajaran bagi yang jumawa dengan kekuasaannya.

Allah mengulur tapi tidak membiarkan. Bila waktu yang sudah ditetapkan datang tidak seorangpun mampu berkelit, meloloskan diri dari azab Allah.

Advertisements
This entry was posted in Tadabbur Al Qur'an. Bookmark the permalink.

One Response to Keajaiban Takdir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s