Takah dan Tokoh

Aku baru sadar kalau pemimpin itu merupakan lambang bagi yang dipimpinnya. Dia akan jadi cerminan bagi rakyatnya. Apapun yang dia tampilkan sesungguhnya bukan hanya membawa nama pribadinya, tapi membawa nama besar sebuah bangsa. Bicara, perbuatan, bahkan gestur tubuhnya sedang mempertaruhkan harga diri negara.

Karena itu, bukan hanya kecerdasan untuk memimpin dan mengelola negara yang dibutuhkan. Tampang, sikap dan penampilan tidak kalah pentingnya. Kata orang kampungku, perlu “takah” dan “tokoh”.

Alangkah malangnya suatu bangsa bila pemimpin yang terpilih tidak memiliki tampang, sikap dan penampilan yang bisa dibawa tampil ke tengah, ditambah lagi minus kecerdasan. Akan dilecehkan oleh orang di mana-mana. Istilah dalam permainan anak-anak, ia akan dijadikan anak bawang. Keberadaannya tidak dianggap, hanya sebagai peramai, untuk lucu-lucuan.

Lebih parah lagi, musibah di atas musibah, dengan segala kekurangan itu dia punya sifat PD di atas rata-rata. Seperti orang pincang memaksakan diri untuk lari kencang.

Kalau itu terjadi ke mana kepala kau mau kau sembunyikan kawan 😢

Pelajaran: Bila untuk jadi RW saja kamu tidak pantas, jangan memaksakan diri pula untuk menjadi lurah, apalagi jadi sekjen PBB.

Advertisements
This entry was posted in Serba-Serbi. Bookmark the permalink.

One Response to Takah dan Tokoh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s