Kebaikan untuk Menipu

Sejahat apapun seseorang dia pasti memiliki sisi baik. Tapi bila sisi baik dirinya dijadikan sebagai pemulus untuk melancarkan kejahatannya berubahlah saat itu kebaikannya menjadi lebih jahat daripada kejahatannya itu sendiri.

Maka jangan sampai secuil kebaikan si zalim menutupi kejahatan-kejahatan yang jauh lebih besar. Hingga kita terpesona kemudian membiarkannya.

Gara-gara anak punk membuka mushhaf Al Qur’an berubahlah image kita bahwa anak punk sebenarnya kumpulan orang shaleh. Gara-gara cara bicaranya santun, lupa bahwa milyaran kekayaan umat dia libas. Gara-gara dia ramah kepada tetangga, menutupi tipu dayanya untuk mengibuli banyak orang.

Terpesona dengan senyuman gaya arjunanya sang durjana amat berbahaya bagi keselamatan negeri dan manusia.

Nabi Musa berkata kepada Fir’aun:

(وَتِلْكَ نِعْمَةٌ تَمُنُّهَا عَلَيَّ أَنْ عَبَّدْتَ بَنِي إِسْرَائِيلَ)

“Budi baik yang kamu limpahkan kepadaku itu adalah (disebabkan) kamu telah memperbudak Bani Israil”. [Surat Ash-Shu’ara 22]

Advertisements
This entry was posted in Khawathir. Bookmark the permalink.

One Response to Kebaikan untuk Menipu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s