Bagaimana Tidak Sedih?!

Seorang teman menangis sesegukan sambil mengelus-elus dada. Setelah ditanya kenapa menangis, ia menjawab dengan susah payah:

“Kenapa tidak sedih uda, untuk mendapatkan makan sehari-hari saja aku harus pontang panting bekerja, tidak peduli hujan dan panas, pagi dan sore, bahkan tidak kenal hari libur apalagi jalan-jalan ke Afrika Selatan, tiba-tiba uwak tu bilang sambil ngejek “Alah, itu aja dipermasalahkan. Uang 100 juta itu kecil”. Gimana tidak sakit uda…. Malah ini hari mau lebaran lagi, jangankan baju dan sepatu, mobil lamborgini aja belum terbeli…. sakitnya tuh di sini, di sini…huk….huk….huk…

Kataku: Yang sabar toh dek…Jangan semua dimasukin hati. Ramadhan ini bulan melatih kesabaran…cup…cup…sayang. Ga usah nangis lagi ya…!

Advertisements
This entry was posted in Tarfihi. Bookmark the permalink.

One Response to Bagaimana Tidak Sedih?!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s