Andaikan Kakek dan Nenekku Masih Hidup

Dulu almarhumah nenekku berkata: “Semenjak nenek tahu, Yasser Arafat itu kerjaannya berunding dan berunding. Setiap hari “Dunia Dalam Berita” di TVRI memberitakan usahanya untuk berdiplomasi dengan Israel. Entah berapa kali duduk di meja perundingan sudah ia lakukan. Tapi kenyataannya Palestina bukannya merdeka, bahkan justru semakin terjajah”.

Kalau nenekku masih hidup dan mendengar ada orang dari negara banyak hutang berusaha membujuk Israel untuk memerdekakan Palestina kira-kira beliau akan bilang apa ya?

Di lain kesempatan, ketika aku membaca buku pelajaran PSPB di dekat kakekku, tiba-tiba dengan berapi-api beliau menceritakan bagaimana para pejuang bangsa kita dulu berusaha membebaskan negara kita dari penjajahan. Apapun dikorbankan, bahkan nyawa. Hingga banyak pahlawan yang tidak tercatat dalam sejarah dan tidak dimakamkan di taman makam pahlawan. Kakek melihat dengan mata kepala sendiri pengorbanan dan kegigihan mereka dalam berjuang, bukan dapat cerita dari buku PSPB seperti aku.

Terakhir kakek berkata: “Kemerdekaan itu didapatkan dengan pengorbanan harta, tenaga, pikiran, darah dan nyawa. Bukan hadiah dari penjajah karena hasil duduk di meja perundingan. Apalagi dengan cara mengemis kepada kompeni”.

Semoga Allah merahmati kakek dan nenekku dan melapangkan kuburannya.

Advertisements
This entry was posted in Pengalaman. Bookmark the permalink.

One Response to Andaikan Kakek dan Nenekku Masih Hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s