Dipuji Karena Jujur

Nabi Ismail itu dipuji Allah di dalam Al Qur’an yang akan dibaca oleh orang sampai hari Kiamat bukan karena berilmu tinggi sekelas profesor, atau berjasa sampai mendapatkan hadiah nobel. Lagian yang memuji beliau bukan manusia yang bergelimang dosa, tapi Allah Sang Pencipta beliau langsung.

Apa amalan Nabi Ismail hingga dapat pujian dari Allah?

Allah berfirman:

(وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِسْمَاعِيلَ ۚ إِنَّهُ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُولًا نَبِيًّا)

“Dan ceritakanlah (Muhammad), kisah Ismail di dalam Kitab (Al-Qur’an). Dia benar-benar seorang yang benar janjinya, seorang rasul dan nabi”. [Surat Maryam 54]

Ternyata tidak muluk-muluk amalan beliau. Hanya selalu menepati janji. Amalan yang kelihatan sepele, tapi banyak orang berguguran dari jalan kebenaran gara-gara menyepelekan amalan ini.

Seorang mukmin itu akan menepati janji-janjinya. Dan tidak akan berjanji bila tidak mampu menunaikan apa yang sudah dijanjikan.

Mulai dari tepat waktu bila berjanji.

This entry was posted in Tazakiyatul Anfus. Bookmark the permalink.

1 Response to Dipuji Karena Jujur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s