Category Archives: Qadhaya

Tidak Punya Rasa Kasih Sayang

Orang zalim itu ketika melakukan kezaliman bagaikan tercabut rasa kasih sayang dari hatinya sampai keakar-akarnya. Di tengah bencana, ia masih tega mengembat bantuan yang seharusnya diberikan kepada rakyat lemah yang bergumul dengan penderitaan. Padahal ia sendiri manusia yang sudah bergelimang … Continue reading

Posted in Qadhaya | Leave a comment

Teroris Menurut Durjana

Bagi Namrud Nabi Ibrahim itu adalah teroris radikal. Tidak toleran terhadap kearifan lokal yang sudah terbiasa menyembah berhala. Bagi Fir’aun Nabi Musa dan Nabi Harun itu adalah teroris radikal yang akan merubah agama mereka. Yang merusak ketenangan rakyat Mesir. Yang … Continue reading

Posted in Qadhaya | Leave a comment

Kalau Goblok Jangan Bohong

Hai kawan, ke sinilah kau. Dekatkan telinga kau tu ke moncong ku ini. Ada yang mau ku tumbikan ke “pangkal turiak” kau tu! Begini, lain kali sebelum kau mau berbohong pakai otak kau terlebih dulu. Pikir matang-matang. Kalau perlu tulis … Continue reading

Posted in Qadhaya | Leave a comment

Terus Berbohong

Fir’aun itu tahu persis bahwa dia bukan tuhan, dan dia juga tahu bahwa rakyatnya tahu kalau dia bohong. Tapi dia tetap saja berbohong, kenapa? Karena dia tahu banyak kecoak-kecoak liar, anjing-anjing penjilat dan babi-babi dungu yang mau menyokong serta membenarkan … Continue reading

Posted in Qadhaya | Leave a comment

Waspadalah!

Setelah menafsirkan mimpi raja Mesir sekaligus menunjukkan solusi yang harus dilakukan demi menghadapi paceklik panjang utusan raja Mesir datang lagi ke penjara untuk menjeput Nabi Yusuf. Namun beliau tidak mau keluar begitu saja. Terlebih dulu Nabi Yusuf meminta raja Mesir … Continue reading

Posted in Qadhaya | Leave a comment