Ucapkan Insyaallah

Suatu kali si Juha berjalan menuju pasar dengan membawa sekantong uang. Di tengah jalan ia disapa oleh seseorang, “Mau kemana kau Juha?”, katanya.

Juha: “Ke pasar, beli keledai”.

Penyapa: “Ucapkan lah insyaallah, agar urusanmu dimudahkan Allah”.

Juha: “Untuk apa ngucapkan insyaallah segala. Ini uang di tanganku, itu pasar sudah kelihatan di depan”.

Mendengar jawaban si Juha, lelaki yang menyapanya jadi terdiam melongo. Lalu Juha melanjutkan perjalanannya menuju pasar.

Sesampainya di gerbang pasar tiba-tiba seseorang dengan sangat lincah mencopet uang si Juha. Ia baru sadar kalau uangnya dicopet ketika ia mau membayar harga keledai yang sudah ia tawar.

Dengan wajah kuyu si Juha kembali pulang tanpa membawa apa-apa.

Di tengah perjalanan pulang ia kembali bertemu dengan laki-laki yang menyapanya tadi. Laki-laki itu berkata: “Mana keledaimu Juha? Apa kamu tidak jadi beli keledai”.

Dengan nada polos bagai orang tak berdosa si Juha menjawab: “Uang ku dicopet, insyaallah”.

______________

Beberapa tahun setelah itu si Juha memberanikan diri untuk maju sebagai calon kades.

Berkat kelihaiannya dalam pencitraan dan membuat trik-trik ngibul, ia berhasil menjadi kepala desa.

Setelah ia dilantik, penduduk desa ramai-ramai mendatanginya untuk bertanya, apa program dan usaha yang akan ia lakukan untuk mengeluarkan penduduk kampung dari krisis ekonomi yang sedang mereka hadapi.

Dengan penuh percaya diri, tanpa mengucapkan insyaallah, ia bukannya menjawab apa program yang akan ia lakukan, tapi sambil mengangkat tangannya ke arah langit seperti roket meluncur dan bibir dimonyongkan ia berkata: “Bulan September ekonomi kita akan meroket”.

Tidak tahu lah bagaimana kisah penduduk dan perekonomian kampung itu sekarang. Apakah betul meroket atau malah nyungsep. Wallahu a’lam.

Advertisements
Posted in Tarfihi | 1 Comment

Berhati-hatilah

Berhati-hatilah terhadap orang yang engkau ketahui bahwa ia memusuhimu akan tetapi ia memperlihatkan bahwa ia mencintaimu. Orang seperti ini lebih berbahaya bagimu dari pada orang yang jelas-jelas memusuhimu

Apakah engkau tidak menyadari ketika Allah menyebutkan tentang orang munafik, Dia berkata: (فاحذرهم) : “berhati-hatilah terhadap mereka” . (Al Munafiqun:4)

Sementara, ketika Allah mengatakan perihal orang kafir, Dia berfirman: (فلا تخافوهم ): “maka janganlah kalian takut kepada mereka” . (Ali Imran: 175)

Gambar mungkin berisi: teks
Posted in Kata Hikmah | 1 Comment

Karena “La ilaha Illallah”

Ketika Nabi Muhammad belum diangkat jadi Rasul beliau adalah orang biasa yang terkenal dengan kejujuran, keramahan, suka membantu dan mencarikan lapangan kerja bagi orang yang membutuhkan.

Beliau dihargai, dihormati, bahkan orang Quraisy Makkah sepakat menggelari beliau “Al Amin”. Maknanya orang yang dapat dipercayai. Mereka merasa nyaman menitipkan harta kekayaan kepada beliau, tidak takut akan digelapkan atau dimanipulasi. Bahkan hal seperti itu terus berlanjut sampai beliau menjadi Rasul dan hijrah ke Madinah.

Begitulah pengakuan orang Quraisy kepada pemuda Muhammad putra Abdullah cucu Abdul Muthallib sebelum diangkat jadi Rasul.

Tiba-tiba ketika beliau diangkat menjadi Rasul, dan hal itu beliau umumkan kepada penduduk Makkah, tiba-tiba juga, gelar dan pengakuan selama ini berubah 180 derjat.

Dulu Al Amin, sekarang berubah menjadi pembohong, gila, tukang tenung, ahli sihir, pemecah persatuan, tukang dongeng dan segala julukan jelek lainnya melekat kepada beliau.

Kenapa demikian?

Karena beliau mengajak manusia untuk tunduk, patuh dan menyembah hanya kepada Allah. Serta melarang manusia untuk menjilat, tunduk dan mengekor kepada sesama manusia.

Karena beliau membukakan kesadaran manusia supaya bangun dari kebodohan. Mengajak umat untuk merasakan izzah, wibawa dan punya harga diri dengan keimanan. Tidak mudah menjadi anjing pelacak bagi kepentingan orang yang berpunya hanya gara-gara diberi uang 50 juta.

Hanya karena ia mengatakan “La ilaha illallah”, pujian dan penghormatan selama ini berubah menjadi cacian.

Posted in Dakwah | 1 Comment

Meleset

Kadang-kadang si Fulan yang berbuat kebaikan, si Badu yang dapat pujian dan bintang tanda jasa. Penilaian manusia bisa saja meleset, bahkan diplesetkan. Namun penilaian Allah mustahil meleset, apalagi diplesetkan.

Posted in Khawatir 2 | 1 Comment

Ho oh

Berbagai macam faktor yang menyebabkan lemahnya nilai tukar rupiah dibandingkan dolar kata orang-orang hueeebat. Kita yang bukan orang hueeebat ini tentu hanya mengatakan: “ho oh” (sambil garut kepala pakai tangan kanan, garut punggung pakai tangan kiri, ujung lidah agak keluar sedikit dan mata menatap ke arah atas dengan tajam). Silahkan dicoba di depan cermin.

Posted in Tarfihi | Leave a comment