Jangan Sebarkan Berita Buruk

Sebaiknya kita mempunyai prinsip; menjadi orang yang terdepan dalam menyebarkan berita baik, dan tidak akan pernah menyebarkan berita tidak baik, berita duka dan semacamnya. Kecuali berita meninggalnya seseorang dalam kondisi biasa yang memang sudah waktunya untuk disebarkan.

Kan kasihan, bila ada umpamanya orang meninggal karena kecelakaan, lalu kita foto dan sebarkan di medsos waktu itu juga. Atau kita sebarkan beritanya sekalipun tanpa foto.

Kawan, tenggang lah perasaan keluarga si korban. Apakah etis mereka tahu dari medsos bahwa anggota keluarganya kecelakaan? Bagaimana kira-kira perasaan mereka? Apalagi disertai foto yang sangat memilukan. Tentu saja musibah di atas musibah yang mereka rasakan.

Bawakan hal itu kepada diri kita sendiri. Bagaimana kalau hal itu terjadi pada diri kita. Ingat, “kama tadinu tudan” (sebagaimana kita berbuat kepada orang, hal itu akan juga menimpa diri kita).

Memasukkan rasa gembira ke dalam hati seorang mukmin merupakan perbuatan mulia yang akan mendapatkan ganjaran baik di akhirat. Memasukkan rasa sedih tentu sebaliknya. Lalu kenapa kita bersemangat sekali menjadi orang terdepan mengabarkan berita duka?

Kadang kita memang heran dengan gaya dan prinsip orang. Apakah dia merasa bahagia dan mendapatkan kepuasan tersendiri dengan menyebarkan musibah orang lain hingga tidak berpikir panjang sebelum berbuat.

قبل أن تفعل شيئا ففكفر عاقبته.

“Sebelum melakukan sesuatu pikirkanlah terlebih dahulu akibat yang akan ditimbulkannya”.

Kalau harus menyampaikan, sampaikan lah terlebih dahulu kepada pihak yang berkepentingan saja.

NB: Bukan lagi mengomentari kejadian tertentu, tapi umum untuk peristiwa yang sudah berulangkali terjadi.

Advertisements
Posted in Qadhaya | 1 Comment

Bagaimana Tidak Sedih?!

Seorang teman menangis sesegukan sambil mengelus-elus dada. Setelah ditanya kenapa menangis, ia menjawab dengan susah payah:

“Kenapa tidak sedih uda, untuk mendapatkan makan sehari-hari saja aku harus pontang panting bekerja, tidak peduli hujan dan panas, pagi dan sore, bahkan tidak kenal hari libur apalagi jalan-jalan ke Afrika Selatan, tiba-tiba uwak tu bilang sambil ngejek “Alah, itu aja dipermasalahkan. Uang 100 juta itu kecil”. Gimana tidak sakit uda…. Malah ini hari mau lebaran lagi, jangankan baju dan sepatu, mobil lamborgini aja belum terbeli…. sakitnya tuh di sini, di sini…huk….huk….huk…

Kataku: Yang sabar toh dek…Jangan semua dimasukin hati. Ramadhan ini bulan melatih kesabaran…cup…cup…sayang. Ga usah nangis lagi ya…!

Posted in Tarfihi | 1 Comment

Yang Paling Disesali

Di antara hal yang paling saya sesali dalam hidup adalah menghafal Pancasila beserta butir-butirnya seperti menghafal Al Qur’an waktu SD dulu. Jangankan mendapatkan gaji ratusan juta, sepersen pun ga dapat. Coba kalau dapat gaji 100 juta, kan terobati jerih payah. Bisa beli sarung dan baju baru untuk lebaran nanti.

Nasib….nasib….!

Posted in Mawaqif Pribadi | 1 Comment

Kerja Tak Jelas – Gaji Jelas

Ada orang kerjanya jelas tapi gajinya tidak jelas. Dan adapula orang kerjanya tidak jelas tapi gajinya jelas.

Itu hanya hitung-hitungan dunia. Di akhirat lain lagi hitungannya. Makanya jangan terlalu cemas dan ngiler.

(وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا ۖ وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَاسِبِينَ)

“Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan”. (Al Anbiya’: 47)

Posted in Qadhaya | 1 Comment

Tak Mau Move On

Banyak orang tetap berpihak kepada Real Madrid sekalipun di Liverpool ada Muhammad Shalah yang jadi idola. Penyebabnya, yang selalu menang selama ini adalah Real Madrid. Jadi takut mendukung Liverpool kalau-kalau nanti tidak mampu mengungguli Real Madrid. Maka tetaplah bertahan dengan dukungan selama ini.

Kita memang susah move on melihat sesuatu yang lagi berjaya. Kita mengira bahwa ia akan selamanya seperti itu. Padahal dunia ini berputar, kalah menang dipergilirkan di antara manusia.

Lagian bulan Ramadhan ini Real Magrib lebih diharapkan memang untuk mengenyahkan Laparpool.

Status tak penting, biar dianggap orang ngerti pula masalah bola. Maaf ya, hanya untuk lucu-lucuan. Karena lagi trennya lucu-lucuan. Anggap saja masih ABG.

😀😁

Posted in Tarfihi | 1 Comment