Bila Saling Mencintai

Rasulullah bersabda:

“لم ير للمتحابين إلا النكاح”

“Tidak terlihat (hal yang lebih baik) bagi dua orang yang saling mencintai selain nikah”. (HR. Ibnu Majah dan Baihaqy)

Kira-kira maksud ringkas hadits ini, bila sudah nyata saling mencintai antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan sebaiknya segera dinikahkan. Jangan mengulur waktu, apalagi dipaksa untuk memalingkan antara mereka berdua kepada cinta yang lain. Wallahu a’lam.

Hadits yang disampaikan oleh Rasulullah ini sangat penting menjadi perhatian bagi para wali yang akan menikahkan anaknya dan bagi laki-laki yang akan menikahi seorang perempuan.

Bila orang tua sudah melihat hati anak perempuannya saling terpaut dengan seorang laki-laki atau sebaliknya, sebaiknya dia tidak terlalu berpanjang-panjang dalam pertimbangan dan pikiran. Kecuali alasan beda agama, atau ada aib yang membuat cacat agama dan kehormatannya.

Mungkin dengan berbagai alasan duniawi, seperti tidak memiliki harta yang banyak atau bukan keturunan bangsawan, orang tua memaksakan nikah dengan pasangan pilihannya dan berhasil.

Tapi perlu dipertimbangkan, manusia itu selalu berubah-ubah. Syetan tidak akan pernah berhenti menggoda walau sedetik. Suatu saat, ketika kefuturan melanda, iman lagi melemah, bertepatan kondisi rumah tangga lagi goyang, iblis datang membayangkan kekasih lama, “kalau dengan dia barangkali saya akan lebih bahagia”, dengan kecanggihan alat komunikasi hari ini akhirnya cinta lama bersemi lagi.

Akibatnya, terjadilah hal yang sering diributkan orang; perselingkuhan.

Bagi bujangan, jangan berbangga atas keberhasilan menyabet kekasih orang. Atau menyiram kekecewaan seorang perempuan yang gagal ke pelaminan dengan kekasihnya. Waktu itu anda berbahagia, tapi ingat, suatu saat kehormatan ranjang anda bisa saja sebagai taruhannya. Jangan sampai sawah anda disirami oleh mantan peminatnya dulu.

Waspadalah!

#reunibawabencana

Advertisements
Posted in Tadabbur Hadits | 1 Comment

Salah Pilih

Salah memilih menu makanan akan menyesal satu hari. Sampai perut lapar lagi.

Salah memilih khatib Jum’at akan menyesal satu minggu. Sampai Jum’at mendatang.

Salah memilih tukang cukur akan menyesal satu bulan. Sampai rambut panjang lagi.

Salah memilih tempat liburan akan menyesal satu semester. Sampai liburan semester berikutnya.

Salah memilih jawaban ujian akan menyesal satu tahun. Terpaksa tinggal kelas.

Salah memilih pasangan akan menyesal seumur hidup. Kecuali kalau berani kawin lagi 😊

Salah memilih agama akan menyesal selama-lamanya. Tahu rasa di neraka. 😈

NB: Yang jelas saya salah milih khatib Jum’at hari ini. Umat sedang di mana, diapun entah di mana. Yang dibicarakan entah apa-apa. Tak menyinggung permasalahan hidup. Huf….

Posted in Serba-Serbi | 1 Comment

Tiba-tiba Berdiri

Beberapa tahun yang lalu seorang kakek-kakek Mesir bercerita: “Dulu pada tahun 1948 tanpa kita sadari, karena minimnya sarana informasi, tiba-tiba sudah berdiri saja negara yang bernama Israel. Padahal jaraknya tidak seberapa jauh dari tempat tinggal kita”.

Hari ini di tengah-tengah tatapan dan pendengaran dunia, Israel dengan jumawa menutup masjid al Aqsha. Semua diam, tidak ada yang mampu berkutik memberikan perlawanan yang berarti. Bersuara pun hanya sayup-sayup sampai.

Ternyata bukan kelancaran informasi yang menjadi masalah, seperti yang dikatakan si kakek.

Lalu apa masalahnya?

Posted in Palestina | 1 Comment

Kebaikan untuk Menipu

Sejahat apapun seseorang dia pasti memiliki sisi baik. Tapi bila sisi baik dirinya dijadikan sebagai pemulus untuk melancarkan kejahatannya berubahlah saat itu kebaikannya menjadi lebih jahat daripada kejahatannya itu sendiri.

Maka jangan sampai secuil kebaikan si zalim menutupi kejahatan-kejahatan yang jauh lebih besar. Hingga kita terpesona kemudian membiarkannya.

Gara-gara anak punk membuka mushhaf Al Qur’an berubahlah image kita bahwa anak punk sebenarnya kumpulan orang shaleh. Gara-gara cara bicaranya santun, lupa bahwa milyaran kekayaan umat dia libas. Gara-gara dia ramah kepada tetangga, menutupi tipu dayanya untuk mengibuli banyak orang.

Terpesona dengan senyuman gaya arjunanya sang durjana amat berbahaya bagi keselamatan negeri dan manusia.

Nabi Musa berkata kepada Fir’aun:

(وَتِلْكَ نِعْمَةٌ تَمُنُّهَا عَلَيَّ أَنْ عَبَّدْتَ بَنِي إِسْرَائِيلَ)

“Budi baik yang kamu limpahkan kepadaku itu adalah (disebabkan) kamu telah memperbudak Bani Israil”. [Surat Ash-Shu’ara 22]

Posted in Khawathir | 1 Comment

Qarun Purba dan Modern

Andaikan Qarun menggunakan kepintaran dan kekayaannya untuk membantu kaumnya Bani Israel, lebih dari cukup untuk membebaskan mereka dari penindasan Fir’aun.

Sayang, Qarun malah melakukan hal sebaliknya. Hartanya digunakan untuk membantu Fir’aun dalam memuluskan kejahatannya menindas bangsanya sendiri.

Kadang peranan konglomerat yang menjadi donatur dalam kezaliman lebih dahsyat daripada pelaku kejahatan itu sendiri. Makanya tidak heran bila Allah mendahulukan nama Qarun daripada nama Fir’aun dan Haman di dalam Al Qur’an.

(وَقَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ ۖ وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مُوسَىٰ بِالْبَيِّنَاتِ فَاسْتَكْبَرُوا فِي الْأَرْضِ وَمَا كَانُوا سَابِقِينَ)

“dan (juga) Qarun, Fir’aun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu)”. [Surat Al-Ankabut 39]

Betapa miripnya Qarun zaman modern dengan Qarun zaman purba.

Posted in Khawathir | 1 Comment